33.9 C
Jakarta

Benarkah Marwah Sarjana “Jatuh” Sejak Ada Wisuda TPA?

Baca Juga:

 

Oleh : Pujiono*)

BOYOLALI, MENARA62.COM – Pendidikan melaju sesuai jaman. Baik secara konten pengetahuan maupun asesoris pendikan yang mengiringi.

Sebut saja dahulu, era tahun 80-an punya gelar Drs, Dra, Ir, mantab sekali. Memang lulusan sarjana masih langka. Lanjut di tahun 2000-an, hampir dikata S1 sudah merambah banyak dan keangkerannya tidak seperti di tahun 80-an. Dan nama gelarpun berubah, SPd, STHi, STr.Kom, dll.

Nah, termasuk budaya orang tua menyambut setiap perkembangan anak dalam menuntaskan jenjang pendidikan.

Dahulu baju Toga, mungkin hanya untuk para mahasiswa yang lulus untuk wisuda. Namun pergeseran waktu, untuk alasan inspirasi anak TPA/ TK/ PAUD dikenalkan dengan Toga saat acara perpisahan.

Kira-kira salahkah? Anak-anak dikenalkan dengan pakaian demikian.

Memang ada ungkapan ketika teman saya wisuda S2 Ppernah nyelonong bilang ‘ Wah, memang sejak ada wisuda TPA ruh marwah wisuda kita jadi berkurang, sambil tertawa guyon.

Meskipun hanya guyon, namun ungkapan itu paling tidak memang di sebagian orang ada benarnya.

Tetapi sekali lagi pendidikan adalah trend jaman, yang tidak mengikuti trend akan ditinggal. Dan tentunya sekolah yang awalnya enggan dan malu, akhirnya jadi ikutan trend seperti yang terjadi saat ini.
Kalau dulu hanya sekolah swasta ternama kini sekolah dalam negeri banyak.

Saat ini banyak dibicarakan tentang bubarkan wisuda TK, SD, SLTP. Wah apa sedemikian berbahayakah acara ini?

Perlu kita sadari juga bahwa yang berhak merayakan kemenangan selesainya jenjang pendidikan itu tidak hanya sarjana. Bagi orang tua setiap jenjang pendidikan adalah proses mengharukan yang memang harus dikawal.

Di acara pelepasan, atau penyebutan lainya seperti Akhirussanah, Penghantaran, Serah terima atau Wisuda, sebenarnya yang terpenting adakah konten isi acara, serah terima ke orang tua kembali, terus isi dengan penampilan kreatifitas siswa yang ternyata membanggakan ortu juga.

Kalau yang dipersoalkan masalah seragam, baju itu sebenarnya asesoris artistik saja. Boleh pakai Baju Adat, Jas Nasional, atau lainya. Bagi anak PAUD/SD ada yang pakai Toga, ya sebagai inspirasi saja. Semoga kelak bisa barjana Betulan. Atau jadi hakim karena hakim juga pakai baju Toga.

Semua bergantung pada kondisi masing-masing orang tua, tapi perlu kita sadari bahwasanya semua jenjang pendidikan itu punya hak untuk merayakan kelulusan, dengan ragam kreativitas masing-masing.

Pelepasan siswa dengan nama dan seragam apapun yang terpenting adalah isi substansi dari acara. Berkesan menyenangkan dan penuh kreasi, sedangkan kalau yang dikeluhkan biaya semua kembali kepada kekuatan sekolah masing-masing, sepanjang tidak memberatkan. Semua bisa dengan cara nabung jauh-jauh hari itu yang terjadi di sekolah kami.

*)Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono

Alun Alun Penging, 16 Juni 2023

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!