26.1 C
Jakarta

Bulog Yogyakarta Serap Gabah Petani Gunung Kidul

Baca Juga:

GUNUNG KIDUL, MENARA62.COM– Para petani di Gunung Kidul, Yogyakarta dihimbau  tidak menjual hasil panennya kepada para tengkulak. Karena Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta bersedia menyerap gabah petani.

Humas Bulog Divre DIY Yudha Aji di Gunung Kidul kepada Antara mengatakan pihaknya telah melakukan penyerapan gabah petani termasuk di Gunung Kidul, salah satunya di desa Kampung, Kecamatan Ngawen.

“Akhir Maret lalu masih menyerap gabah petani. Meski sebagian gabah petani masih ada yang kurang memenuhi standar,” jelasnya, Kamis (04/05/2017).

Ia mengatakan gabah kering panen (GKP) yang masih basah memiliki kadar air sampai 25 persen. Pembelian melihat kualitas gabah serta menyesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras yang telah ditetapkan pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015.

Yudha mengatakan tiga saluran penyerapan Bulog yakni gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), dan juga beras. GKG dengan kadar air 14 persen, GKP dengan kadar air maksimal 25 persen, terakhir beras. Bulog menerjunkan tim Satker yang akan memberikan sosialisasi dan pengetahuan terhadap petani terkait pengolahan gabah.

“Ada mekanimenya. Namun kami berharap petani tidak menjual gabahnya ke tengkulak karena bisa merugikan mereka,” katanya.

Dikatakannya, menjual beras kepada Bulog untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen dan produsen menjelang Ramadhan.

“Kami akan tetap melakukan penyerapan, sampai saat ini sudah terserap 60 ton,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, Suparna berharap Perum Bulog memberikan sosialisasi terkait pengolahan hasil panen gabah, sehingga kualitas gabah yang dihasilkan sesuai dengan harga yang diinginkan.

Dia mengatakan gabah dibeli Bulog terakhir pada Maret lalu sehingga koperasi yang dibentuk bersama masyarakat belum bisa menyerap gabah petani. Sebagian masyaraka menjual ke tengkulak. “Terakhir Maret lalu, di gudang masih ada sekitar 6 ton,” katanya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!