SOLO, MENARA62.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) melalui kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Sabtu-Ahad (6-7/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman, memperkuat kerja sama akademik, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antarcivitas akademika kedua perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor IV UMS Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, menegaskan komitmen UMS untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan UMC, khususnya dalam percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen menuju Guru Besar.
Menurut Em Sutrisna, penguatan kualitas dosen menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan reputasi dan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, UMS siap berbagi pengalaman dan memberikan pendampingan kepada para dosen UMC dalam proses pengajuan jabatan akademik tertinggi tersebut.
“Kami mendorong dan siap mendampingi para dosen UMC dalam mengakselerasi pencapaian gelar Guru Besar. Penguatan SDM ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas institusi dan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya, Senin (8/6).
Dukungan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran pimpinan UMC. Mereka berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari pendampingan publikasi ilmiah, penelitian kolaboratif, hingga penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Selain membahas kerja sama akademik, kunjungan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan personal antarpimpinan dan sivitas akademika kedua kampus. Rombongan UMS diperkenalkan dengan budaya dan kuliner khas Cirebon yang menjadi identitas daerah setempat.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah jamuan kuliner khas Cirebon. Rombongan UMS berkesempatan menikmati empal gentong, makanan legendaris yang menjadi ikon kuliner Kota Udang. Menjelang kepulangan, mereka juga mencicipi nasi jamblang yang dikenal dengan penyajian menggunakan bungkus daun jati dan aneka pilihan lauk tradisional.
Momen santai tersebut menjadi ruang bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman, memperkuat komunikasi, dan membangun kedekatan di luar forum resmi.
Keakraban semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan bulutangkis yang melibatkan pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan dari UMS dan UMC. Pertandingan berlangsung meriah dengan semangat sportivitas dan kekeluargaan yang kental.
Melalui kegiatan tersebut, kedua kampus berharap hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat semakin kuat dan menghasilkan berbagai kolaborasi strategis di masa mendatang.
Kunjungan silaturahmi ini menjadi bukti bahwa sinergi antar-PTMA tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama akademik dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga melalui kebersamaan yang mempererat persaudaraan dalam keluarga besar Muhammadiyah.
Dengan kolaborasi yang semakin erat, UMS dan UMC optimistis dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat kapasitas dosen, serta memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa dan umat. (*)
