YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Network engineer membutuhkan n8n untuk meminimalkan human error. Program n8n merupakan sebuah workflow automation yang memungkinkan berbagai aplikasi, layanan, dan API terhubung dalam satu alur kerja otomatis.
Hal itu diungkapkan Rizki Septian, Mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada ‘Pelatihan Network Engineering Skills di Era Digital’ di Pondok Pesantren Hilal, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) UII Pesantren Hilal, Kota Bogor diikuti santri, alumni SMK, serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, khususnya jaringan komputer.
Selain Rizki Septian, pelatihan ini juga menghadirkan dua nara sumber yaitu Bekti Dwi Kurniadi, Mahasiswa PJJ sekaligus network engineer dari Banyumas, Jawa Tengah. Farid Hawazi, Mahasiswa PJJ sekaligus network engineer PT Tunas Media Data dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Rizki Septian yang juga network engineer Badan Sistem Informasi, Universitas Islam Indonesia (BSI UII) Yogyakarta menjelaskan peran network engineer tidak lagi terbatas pada konfigurasi perangkat jaringan. Namun mereka juga dituntut mengelola monitoring, pelaporan, backup konfigurasi, inventaris perangkat, hingga notifikasi gangguan jaringan.
“Banyaknya pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang membuat proses manual menjadi kurang efisien serta berpotensi menimbulkan human error. Sehingga dibutuhkan solusi otomatisasi yang mampu menjalankan berbagai tugas secara konsisten dan terintegrasi,” kata Rizki Septian.
Menurut Rizki Septian, salah satu platform yang banyak dimanfaatkan adalah n8n. Program n8n merupakan sebuah workflow automation yang memungkinkan berbagai aplikasi, layanan, dan API terhubung dalam satu alur kerja otomatis.
“Dengan kemampuan integrasi yang luas, fleksibilitas pengolahan data, serta dukungan self-hosted, n8n dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat respons terhadap permasalahan jaringan, dan mengurangi beban pekerjaan operasional sehari-hari,” jelas Rizki Septian.
Keunggulan n8n, kata Rizki, terletak pada sifatnya yang open source, mendukung integrasi API, memungkinkan penggunaan skrip JavaScript maupun Python, serta memiliki antarmuka drag-and-drop yang mudah digunakan. Setiap proses dibangun menggunakan berbagai node, seperti Trigger, HTTP Request, Database, Telegram, Google Sheets, AI Agent, dan Function, yang kemudian dirangkai menjadi sebuah workflow untuk menyederhanakan proses kerja.
“Dalam implementasinya, workflow n8n terdiri dari empat tahap utama, yaitu Trigger sebagai pemicu proses, Process untuk mengolah data, Decision untuk menentukan tindakan berdasarkan kondisi tertentu, dan Action untuk menjalankan hasil keputusan, seperti mengirim notifikasi, menyimpan data, atau membuat tiket pada sistem helpdesk,” kata Rizki.

Sementara Dr Nur Wijayaning Rahayu, SKom, MCs, Ketua Program Studi PJJ Informatika UII menjelaskan pelatihan ini merupakan upaya PJJ Informatika UII memperluas akses pendidikan tinggi. Selain itu, untuk memperkuat peran PBJJ sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital di luar Yogyakarta.
“Kehadiran PBJJ Bogor diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat usia kerja untuk memperoleh keterampilan jaringan komputer yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” kata Nur Wijayaning Rahayu.
Kegiatan ini, tambah Nur Wijayaning Rahayu, juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program PJJ Informatika UII sebagai jalur pendidikan tinggi yang fleksibel. Program ini dapat diakses dari berbagai daerah tanpa harus berpindah domisili. (*)
