32.9 C
Jakarta

Cara Agar Anak Tetap Sehat Semasa Pandemi

Baca Juga:

Anak merupakan kelompok yang rentan terjangkit virus COVID-19. Indonesia termasuk negara dengan Case Fatality Rate (CFR) tertinggi pada anak akibat COVID-19 di Asia Pasifik (IDAI,2020). Maka itu, perlu tindakan pencegahan yang dapat mempengaruhi kesehatan anak. Demikian dipaparkan dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A  dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dalam acara seminar awam bertema, “Tumbuh Kembang Anak: Tetap Sehat dan Ceria selama Masa Pandemi,” (11/11/2020).

Menurut Annisa yang biasa dipanggil Ninis ini, orangtua harus selalu melakukan pemantauan rutin tumbuh kembang anak. Caranya, dengan mengukur berat badan, panjang/tinggi badan, serta lingkar kepala. Untuk memantau ini ada formulir yang dapat digunakan yaitu KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Dari KPSP ini dapat diketahui redflag/warning sign atau tanda bahaya, yaitu suatu indikator kapan seorang anak mengalami gangguan perkembangan. Jika terdapat tanda bahaya, orangtua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, lanjut Annisa, pemantauan tumbuh kembang anak juga dapat menggunakan aplikasi PrimaKu yang telah dikembangkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Di dalam tumbuh kembang anak, sering terjadi anak mengalami kasus terkena penyakit infeksi, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), diare, dan demam. “Penyakit-penyakit infeksi ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat, diantaranya yaitu menjaga kebersihan diri dan lingkungan (rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, memastikan sirkulasi udara di rumah baik), mengoptimalkan aspek nutrisi (ASI eksklusif, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta menerapkan aspek keamanan pangan dalam memasak), istirahat yang cukup, serta melakukan imunisasi sesuai jadwal,” jelas Annisa.

 

 

 

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!