26.1 C
Jakarta

Cerpen: Surat Pendek untuk Adikku, Lain Ibu

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Oleh : Ashari*

gambar-anak-bermain-bola

Aku anak pertama dalam keluarga cukup besar. 7 bersaudara. 2 saudara kandung. 3 tambahan adikku beda ibu. Dan 2 adik lagi beda bapak. Alhamdulillah ketika sudah besar, kami rukun. Hampir semua sudah berkeluarga. Tinggal 1 yang belum. Dulu waktu kecil saling rebutan mainan, makanan berkelahi biasa. Dinamika.
Sore itu, disela-sela mengantarkan bapak periksa di RS, timbul keinginan menulis surat pendek kepada salah satu adikku yang beda ibu. Laki-laki. Sudah kerja kantoran. Jadi wakil rakyat di Jawa Timur. Untuk urutan saudara kandung dia nomor 3. Anaknyapun 3. Istrinya dokter hewan. Usianya kini 30an.

Begini le 
Belakangan aku merasa ada yang salah..sama kamu le.. sebagai mas/kakak..mbarep.anak Lanang..aku merasa TDK bisa byk membantu adik2 waktu dulu.
Mungkin karena kahanan atau pikiran yg blm dewasa’.
Jd aku itu TDK ingat benar waktu adip sekolah SD.SMP bahkan hingga kuliah itu kondisi bgm.
Sejak Lulus SMA th 89..adip usia brp le? Aku terus bekerja sbg penyiar radio.. sempat nglaju pake sepeda ontel..tp aku ingat adip waktu itu sdh pinter bermain bola..aku sering pulang ngebut dg sepeda.. hanya karena ada tugas reporter bola di lapangan Grogolan..salah satu pemain nya adalah adip.. artinya adip sdh besar waktu itu.
Tidak lama.aku dibelikan sepeda motor Yamaha BPK. Sempat nglaju sbtr tp kemudian aku kos di depan radio… praktis ketemu adip jd sangat jarang.
Aku Nyambi kuliah di UT waktu itu. Meski agak lama.akhirnya lulus juga.
Aku hanya ingin minta maaf ke adip dan adik 2 yg lain…masa kecil kalian dulu aku aku tidak byk membantu.
Meski secara ekonomi BPK ibu masih sangat kuat waktu itu.karena blm pensiun.
 Lanjutkan ya le.
Yg aku ingat dan nancap dalam hati hingga kini… mungkin kamu sdh lupa ada 3:
1. Adip waktu balita pernah mau tenggelam di kolam ikan milik pak muhjiyat.waktu mandi dgku.tiba2 aku cari gak ada.aku hanya lihat tangan mu.terus aku sahut.aku angkat dg posisi kepala dibawah…aku TDK bilang ibu waktu itu.takut dimarahi.
Alhamdulillah.kamu gpp.
2. Kalo pagi sering. Banget kita main bola plastik.. tendangan aku di barat kamu di timur. Sering.. tendangan kamu keras shg mengenai pintu mushola…Mbah Kakung yg agak marah…hehe.. karena kaget.
Sejak kecil aku melihat bakat bola bola pada diri mu.terutama tendangan kaki kiri mu. Sekeras Mesii. Usia kamu 6 tahun an.
3. Setelah aku menikah…thn 99 akhir.bingung karena blm punya rumah.akhirnya mau tidak mau ikut BPK ibu .tp oleh ibu disuruh tinggal di rumah wetan/lama dekat kolam.. saya minta kalo boleh tinggal di rumah kulon…pake kamar adip..adip boleh.tapi ibu tetap tidak boleh..alasannya biar aku prihatin. Sudah berani berkeluarga harus berani prihatin. akhirnya diputuskan aku tinggal di mertua.
Waktu terus berjalan.. hingga kini. Sudah puluhan tahu berlalu dan kamu sudah dewasa.
Kamu sdh jadi “orang “perjuangan sendiri.yg mas tdk byk membantu.

Aku yakin.semua ada hikmah nya ya le.
Jaga kesehatan.
Salam utk klga dan ponakan 2//
Sejak kecil aku sdh menilai kamu anak baik..TDK aneh2//

Gih besok disambung lagi.
Slg doa ya le

balas adikku dalam hitungan menit diujung WA: ngg papa mas itu sdh masa lalu, yg mmg krn kahanan kayaknya..Iya mas masih ingat reporter bolanya sips bikin heboh aq smp kayaknya itu mas kelas 2.
Tanpa terasa air mataku meleleh. (sekian)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...