32.6 C
Jakarta

DJKA: Uji Coba KA Pengangkut Truk Barang Gunakan Konsep Rola di Sulsel

Baca Juga:

MAKASSAR, MENARA62.COM – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai kehadiran kereta api pengangkut truk logistik di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengoptimalkan fungsi kereta sebagai moda pengangkutan barang, selain fungsi utamanya sebagai moda transportasi angkutan penumpang di daerah tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) Risal Wasal mengatakan, saat ini sedang diupayakan untuk dilakukan ujicoba truk pengangkut kontainer langsung masuk ke gerbong kereta barang. Risal Wasal mengatakan konsep yang akan digulirkan yaitu dengan konsep rola dimana kereta mengangkut truk barang/logistik langsung dari pabrik menuju pelabuhan.

“Di sini, untuk angkutan barang, kami akan mencoba yang beda. Kami mengangkut dengan konsep rola, jadi barang itu turun dari pabrikannya langsung naik ke atas truk, dan truk yang mengangkut barang akan naik ke atas kereta api, lalu di bawa ke pelabuhan,” kata Risal pada acara Presstour Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Makassar Sulsel, Kamis (13/6).

Setibanya di pelabuhan, lanjut Risal, truk tersebut ada yang membongkar barang tetapi ada pula yang bakal langsung naik ke kapal. Kemudian, dari pelabuhannya juga akan mengisi barang ke truk untuk mendukung operasional pabrikan, seperti batu bara sebagai bahan bakar semen dan lainnya.

“Jadi, konsep rola itu truknya dalam kondisi full isi. Pergi bawa hasil produk dan pulang bawa bahan produk pabriknya baik itu batu bara dan lain-lain,” jelas Risal.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) Risal Wasal/foto: istw

Risal Wasal menargetkan kereta angkutan truk barang ini akan terealisasi pada 2024. Dia menyebutkan percontohan sistem rola akan membentang sejauh 108 kilometer dari Stasiun Ramang-Ramang hingga ke Garongkong.

“Percontohannya di Sulawesi Selatan sejauh 108 km dari Ramang-Ramang ke Garongkong. Ke depan, kalau ini lanjut, nanti dari Ramang-Ramang sampai ke Pelabuhan Baru, bisa itu kedepannya,” jelasnya.

Risal menerangkan pihaknya akan menghadirkan 20 rangkaian kereta datar yang akan mengangkut 40 truk barang nantinya.
Menurutnya, dengan adanya konsep tersebut akan berdampak positif dalam sejumlah aspek seperti mencegah kemacetan, polusi udara, jalan rusak hingga pemutusan hubungan kerja bagi sopir truk di daerah tersebut.

Risal menambahkan konsep tersebut juga ditargetkan untuk mendukung mobilisasi logistik hasil pertanian masyarakat Sulawesi Selatan. “Saat ini sudah terbentuk salah satu operator untuk angkutan barang, namanya Kereta Api Indonesia Timur. Secara inti, operator untuk itu sudah ada, sudah siap. Dan, konsep bagaimana rola itu sudah disiapkan, termasuk pembiayaan dan lain-lain. Angka masih didiskusikan B2B (Bussines to Bussines) antara operator dan pemilik barang, serta berapa biayanya,” pungkasnya.(*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!