33.4 C
Jakarta

Donoyudan Mengaji Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM — Kajian rutin Ahad pagi Donoyudan Mengaji di Balaidesa Donoyudan, Kalijambe, menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Ukhuwah”, kegiatan ini diikuti sekitar 600 jamaah dari berbagai kalangan, Ahad pagi.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal acara. Tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu majelis taklim memadati lokasi kajian yang dimulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan yang rutin digelar setiap pekan tersebut.

Prof Suranto: Ukhuwah Fondasi Kehidupan Harmonis

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Suranto, ST, MM, MSi, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis.

Menurutnya, ukhuwah bukan sekadar hubungan antarindividu, tetapi kekuatan sosial yang melahirkan solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong.

“Ukhuwah yang kuat akan melahirkan masyarakat yang saling mendukung dan mampu menghadapi tantangan bersama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dengan pendekatan komunikatif dan segar, Prof Suranto juga mengajak masyarakat menjaga spirit Ramadan agar tidak berhenti sebagai ritual musiman.

Spirit Ramadan Harus Hidup dalam Kehidupan Sosial

Dalam kajiannya, Prof Suranto menekankan nilai-nilai Ramadan seperti keikhlasan, kesabaran, kepedulian sosial, dan kedisiplinan ibadah harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, semangat spiritual itu perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masyarakat agar memberi dampak positif yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika kehidupan modern, menjaga hubungan baik, saling peduli, dan berkontribusi positif di lingkungan sekitar menjadi semakin penting.

Jamaah Apresiasi Kajian Inspiratif

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta. Salah satu jamaah, Sriyono, mengaku kajian tersebut menggugah semangat kebersamaan dan memberi perspektif baru.

“Materinya sangat menginspirasi dan penyampaiannya berbeda, membuat kami lebih mudah memahami maknanya,” katanya.

Hal senada disampaikan Muh Nur Elibrahim yang menilai gaya penyampaian narasumber cerdas, komunikatif, dan membuat jamaah lebih mudah merenungkan isi kajian.

Donoyudan Mengaji Jadi Ruang Bangun Harmoni

Kehadiran ratusan jamaah menjadi bukti tingginya semangat masyarakat untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memperkuat kebersamaan melalui forum keagamaan.

Melalui Donoyudan Mengaji, diharapkan nilai-nilai ukhuwah semakin tumbuh menjadi budaya kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga solid dalam kebersamaan.

Dengan semangat itu, Donoyudan Mengaji terus menjadi ruang membangun lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!