33.9 C
Jakarta

Dosen UMS Raih Terbaik 1 di Bidang Kesehatan Pada Anugerah Academic Leader LLDIKTI VI 2024

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih prestasi Terbaik 1 bidang Kesehatan dalam Anugerah Academic Leader tingkat Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Tahun 2024. Pengumuman dan penganugerahan tersebut diberikan pada Rabu (22/5) secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Anugerah itu diberikan kepada Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.DVE, Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV., yang merupakan salah satu pemrakarsa konsep Hubungan Disregulasi Imunitas dan Status Kesehatan Komunitas dengan Kejadian Kusta pada Anak dan Ibu di Daerah Endemis Kusta Tuban.

“Ringkasnya, pada konsep itu didapatkan hubungan antara ketidakmampuan mengendalikan daya tahan tubuh dengan kusta pada ibu, anak, dan hubungan antara status kesehatan komunitas dengan endemisitas, kusta pada ibu, kusta pada anak, nonkusta, status imunitas ibu dan anak,” jelas Flora saat ditemui pada Ahad (26/5).

Flora juga menjelaskan, di Jawa Timur masih banyak pasien kusta yang dipengaruhi oleh lingkungan dan daya tahan tubuh. Kemudian, dia meneliti di daerah-daerah yang terjangkit kusta di Jawa Timur dan ternyata yang harus diperhatikan secara aktif adalah daya tahan pasien. Sehingga perlu diberikan pemberian makanan sehat probiotik sejak hamil hingga usia dini.

“Itu unggulan saya. Waktu itu dinilai orisinalitas dan kreativitasnya, dan juga berdampak bagi lokal, nasional, hingga internasional,” terang Flora yang juga sebagai Dekan FK UMS.

Selain dari konsep tersebut, penelitiannya yang terkait dengan Dermatologi Estetika dan Infeksi Menular Seksual HIV AIDS turut menghantarkan Dekan FK UMS itu untuk meraih Prestasi Terbaik 1 bidang Kesehatan dalam Anugerah Academic Leader LLDIKTI 2024.

Dalam Infeksi Menular Seksual HIV AIDS, Flora mensosialisasikan questioner yang bernama Seksual Transmitted Bisnis yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, dari questioner tersebut dia menilai seberapa besar pengetahuan mahasiswa rumpun kesehatan terkait infeksi menular siswa HIV AIDS di Surakarta.

Kemudian setelah diketahui hasilnya, Flora melakukan konseling informasi edukasi melalui berbagai platform yang sesuai. Melalui Sosial Media untuk Gen-Z, melalui pengajian untuk bapak-bapak dan ibu-ibu, melalui rumah sakit bagi tenaga medis, juga melalui roadshow di kampus untuk mahasiswa, dan melalui publikasi nasional dan internasional yang dampaknya meningkatkan pengetahuan.

“Kenapa saya bilang itu merupakan sebuah kebaharuan, karena sebelumnya belum pernah ada yang menggunakan kuesioner itu di Indonesia,” ungkap Flora.

Kemudian dalam Dermatologi Estetika, Flora mencetuskan bahan-bahan herbal dengan kearifan lokal yang memiliki efek samping relatif kecil, aman, murah, dan mudah didapat, untuk berbagai macam kegunaan seperti salep antibiotik, hand sanitizer, kosmetik, dan lain sebagainya.

Berkat anugerah penghargaan itu, Flora berkesempatan untuk melanjutkan ke ajang internasional yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Selain itu, dia berpesan kepada para dosen UMS yang memiliki potensi untuk bekerja sama dengan civitas akademika agar dapat terus maju bersama dan masif untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mengharumkan nama universitas. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!