25.6 C
Jakarta

Dr. Azis Budianto: Penyiraman Air Keras Novel Harus Diusut Tuntas

Must read

Menhub: Program Tol Laut Terus Meningkat dan Berkembang

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada tahun 2015, program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi infrastruktur, trayek, armada, jumlah muatan,...

Kemenhub Sinergi dengan Dekranas, Manfaatkan Potensi Tamarin untuk Membatik

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan kembali menggelar kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan menyelenggarakan pelatihan teknik membatik...

Gimbal Trolley sebagai Media Angkut Ringan di Rumah Sakit

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam...

Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2020 Serampangan 

BANTEN, MENARA62.COM -- Pimpinan Cabang ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang memberikan beberapa catatan kepada Dinas koperasi dan UMKM Pandeglang agar lebih selektif terkait...

JAKARTA, MENARA62.COM– Dosen Fakultas Hukum Universitas Borobudur Dr.H. Azis Budianto, SH, MS  meminta aparat kepolisian menginvestigasi secara serius pelaku penganiayaan berupa penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pasalnya tindakan tersebut diyakini sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan langkah KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Tanpa apriori saya meyakini kejadian tersebut memiliki hubungan sebab akibat terkait profesi Novel Baswedan sebagai penyidik di KPK,” kata penulis buku ‘Hubungan Fungsional Polri dengan Penyidik KPK’ ini saat diminta komentarnya soal penyiraman Novel Baswedan dengan air keras oleh orang tadi subuh, Selasa (11/04/2017).

Menurut dia, saat ini Novel Baswedan tengah melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus besar. Jadi sulit memprediksi bahwa penganiayaan tersebut terkait urusan pribadi. “Ini jelas terkait dengan tugasnya sebagai penyidik,” tambahnya.

Pengalaman di negara-negara maju, penyidik korupsi apabila tengah melakukan penyidikan kasus besar pasti akan diganggu oleh pihak yang merasa terusik.  Karena itu dia meyakini apa yang dialami Novel Baswedan pasti tak akan jauh dari kasus yang tengah ditangani.

“Kalau mau didalami polisi bisa memulainya dari kasus apa yang sedang ditangani Novel saat ini,” tambah Azis.

Menurut Azis, sudah menjadi hal yang biasa counter efect (serangan balik) dilakukan oleh pihak yang kasusnya ditangani. Mengingat saat ini yang  diserang adalah Novel Baswedan maka patut diduga kasus besar tersebut melibatkan dirinya sebagai penyidik.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Menhub: Program Tol Laut Terus Meningkat dan Berkembang

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada tahun 2015, program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi infrastruktur, trayek, armada, jumlah muatan,...

Kemenhub Sinergi dengan Dekranas, Manfaatkan Potensi Tamarin untuk Membatik

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan kembali menggelar kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan menyelenggarakan pelatihan teknik membatik...

Gimbal Trolley sebagai Media Angkut Ringan di Rumah Sakit

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam...

Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2020 Serampangan 

BANTEN, MENARA62.COM -- Pimpinan Cabang ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang memberikan beberapa catatan kepada Dinas koperasi dan UMKM Pandeglang agar lebih selektif terkait...

Galeri Nasional Gelar Pameran Imersif Affandi Secara Luring

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam rangkaian dan menuju Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran Imersif Affandi bertajuk...