27.9 C
Jakarta

Dua Mahasiswa UMS Berhasil Taklukkan Puncak Mongolia

Must read

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

SURAKARTA – Mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Tim Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MAPALA) UMS International Expedition (MUIE) berhasil menaklukkan puncak tertinggi Mongolia. Mereka tiba di puncak TN Altai Tavan Bogd Mongolia pada Rabu (19/9) lalu.

Dalam siaran persnya, kedua mahasiswa MAPALA UMS tersebut berhasil menaklukkan ketinggian Mongolia setelah sempat di terjang badai dan suhu ekstrim -21°C. Iqbal Nurii Anam (NIA 16.33.006 MPA), Ajeng Nutri (NIA 14.32.003 MPA) sukses mengibarkan bendera Indonesia serta bendera Universitas Muhammadiyah Surakarta di Puncak Khuiten 4374 mdpl, TN. Altai Tavan Bogd, Mongolia.

Dua mahasiswa UMS saat bersama penduduk Mongolia. (ist)

Potanin glacier sepanjang 14 Km menjadi saksi bisu perjuangan penjelajah muda pertama dari Indonesia yang menapakkan kakinya di puncak tertinggi Mongolia. Pendakian ini tak lepas dari berbagai kendala, salah satunya Ajeng Nutrii sempat mengalami gejala Frostbite atau radang dingin  kondisi di mana jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah pada jari kelingking dan jari manisnya.

Sekembalinya dari gunung tim MUIE melanjutkan kegiatan riset khazanah Islam di Suku Kazakh Nomads selama beberapa hari kedepan sampai kembali pulang ke Indonesia pada tanggal 27 September 2018.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

76,9 Persen Permohonan SIKM Ditolak Pemprov. DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setiap orang, pelaku usaha dan orang asing dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa...

Sahabat UMI, Dukungan bagi Ibu Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terpuruk akibat pandemi dengan menurunnya pendapatan harian untuk memutar modal. Seiring...

Batal Berangkat, Ini Prosedur Pencairan Setoran Biaya Haji

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2...

Menhub Tandatangani Kesepakatan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan...

XL Axiata Berikan Paket Data Sampai Lulus SMA pada Siswa SD yang Surati Mendikbud

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan fasilitas internet gratis hingga lulus SMA kepada seorang siswa sekolah dasar di...