SOLO, MENARA62.COM — Forum Komunikasi Kepala Madrasah (FKMM) Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, memperkuat langkah meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kelas bilingual.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengikuti Seminar Membangun Kelas Bilingual yang digelar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta di Megaland Hotel Surakarta, Kamis (1/10/2026).
Keikutsertaan FKMM Karanggede mendapat dukungan dari Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggede di bawah arahan Fatoni Afif Fauzi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu madrasah di wilayah Karanggede.
Ketua FKMM Karanggede, M. Sulistyo, mengatakan seminar tersebut memberikan kesempatan bagi para kepala madrasah untuk memperluas wawasan sekaligus memperoleh gambaran mengenai penerapan pembelajaran bilingual.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas undangan yang diberikan kepada FKMM Kecamatan Karanggede untuk bisa mengikuti kegiatan seminar ini. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk mempercepat internasionalisasi madrasah,” ujar Sulistyo.
Menurut dia, dukungan Majelis Dikdasmen PNF PCM Karanggede dan pengetahuan yang diperoleh dari Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surakarta diharapkan dapat menjadi bekal bagi madrasah dalam menyusun langkah penerapan kelas bilingual.
“Kami berharap para kepala madrasah kini memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mulai menerapkan metode bilingual di lembaga masing-masing,” katanya.
Strategi Bangun Kelas Bilingual
Dalam seminar tersebut, Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surakarta membagikan sejumlah strategi untuk membangun kelas bilingual di lingkungan pendidikan.
Materi yang dibahas antara lain penyusunan kurikulum kembar (twin curriculum), peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan intensif, hingga pembangunan language environment atau lingkungan berbahasa yang natural bagi peserta didik.
Pembahasan juga diarahkan pada tantangan yang mungkin muncul pada tahap awal penerapan kelas bilingual. Para peserta diajak mendiskusikan strategi dan solusi agar penggunaan bahasa asing dapat diterapkan secara bertahap dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sekolah.
Peserta seminar tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan antara pengelola pendidikan dalam mempersiapkan program bilingual.
FKMM Karanggede selanjutnya berkomitmen mendorong pendampingan berkelanjutan bagi madrasah yang siap mengembangkan program kelas bilingual.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas kompetensi lulusan madrasah, tidak hanya dari sisi akademik dan karakter, tetapi juga kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Sinergi antara FKMM Karanggede, Majelis Dikdasmen PNF PCM Karanggede, dan Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surakarta menjadi bagian dari upaya menyiapkan madrasah menghadapi kebutuhan pendidikan di tengah tantangan global. (Af/*)
