25.6 C
Jakarta

Guest Lecture FKIP UAD Mengundang Pakar Pembelajaran Matematika Asal Australia

Must read

Terapkan Protokol Kesehatan dengan Baik, Menhub Apresiasi Petugas Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi para petugas di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal tersebut disampaikan...

Authenticity Meraih Dua Penghargaan Bergengsi dari ICMA 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Authenticity meraih dua penghargaan bergengsi melalui program digitalnya. Penghargaan tersebut diantaranya, "1st Winner untuk kategori The Best Content Marketing Implementation in...

Malam Puncak Acara “Tegal Youth Fest 2020”, Komunitas Kepemudaan di Tegal Adakan Silaturahmi Bersama dan Luncurkan Buku

TEGAL, MENARA62.COM -- Organisasi kepemudaan Tegal adakan silaturahmi bersama secara langsung dengan undangan terbatas supaya tetap mengikuti protokol kesehatan di Gamelan Kopi, Tegal pada...

Toekang Ketjos, Bisnis Unik Dua Kawan Lama

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi memberikan dampak finansial kepada hampir seluruh pelaku usaha di dunia. Tak terkecuali dengan Obin dan Derry. Mereka berdua sebelumnya memiliki...

Kota Yogyakarta — Berlokasi di kompleks Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD menyelenggarakan guest lecture, Rabu (5/4/2017), sebagai wadah sharing knowledge atau transfer ilmu dari profesional ke seluruh dosen dan mahasiswa di UAD. Tahun ini, guest lecture menghadirkan Allan L. White, Ph.D, seorang associate professor di Pendidikan Matematika untuk Sekolah Pendidikan, University of Western Sydney.

Kegiatan ini dibuka Dekan FKIP UAD, Dr. Trikinasih Handayani, M.Si. Dalam sambutannya, Trikinasih mengharapkan mahasiswa membangun “otak matematika”, karena matematika merupakan ilmu dasar yang berperan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.  “Mahasiswa sebagai calon guru matematika akan membangun otak matematika siswa yang berpikir di abad ke-21.”

Peserta kegiatan adalah seluruh mahasiswa semester enam Prodi Pendidikan Matematika FKIP UAD, guru matematika SMP dan SMA/SMK Muhammadiyah se-DIY, serta dosen matematika, baik strata 1 (S1) maupun strata 2 (S2), termasuk Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang menghasilkan sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (SD) yang memiliki keahlian sebagai tenaga pendidik di SD.

Kepala Prodi Pendidikan Matematika FKIP UAD, Abdul Tarom, M.Si menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian membentuk generasi penerus bangsa yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan matematika di Indonesia. Mengasah otak matematika generasi penerus bangsa melalui kegiatan belajar matematika tanpa stress atau frustasi akan bermanfaat untuk perkembangan kecerdasan karena menghubung-hubungkan saraf di otak. “Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa dan menjadikan mereka sebagai penerus bangsa untuk mengembangkan pendidikan, khususnya matematika,” jelas Abdul.

Ketua Panitia Guest Lecture 2017, Faris Setiawan, M.Pd, menjelaskan kegiatan ini sebagai rintisan International Conference of Mathematic Education yang akan diselenggarakan bulan Oktober 2017. Allan menjadi pembicara. Dia menilai peserta antusias mengikuti guest lecture walaupun penyampaiannya dalam bahasa Inggris.

Dalam kuliahnya, Allan menyinggung studi tentang otak untuk mengetahui neuroplastisitas atau plastisitas otak (neuroplasticity atau brain plasticity) atau kemampuan otak untuk melakukan reorganisasi atau beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan menyimpan memori dalam proses belajar. Brain plasticity menunjukkan bahwa otak kita ternyata lentur seperti otot yang bisa “tumbuh sesuai kesadaran pikiran penggunanya” melalui belajar matematika.

Artinya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk memperbaiki tingkat pengetahuan, tabiat, sikap, dan kebiasaannya. “Ketika siswa belajar matematika, aktivitas otak didistribusikan ke dua bagian visual pathways, yaitu bagian ventral dan dorsal. Proses belajar dimulai ketika neuron atau syaraf bekerja aktif dan membentuk jaringan kerjasama. Semakin sering seseorang menggunakan jaringan ini maka semakin berkembang jaringan tersebut sehingga pemahaman suatu konsep dapat diterima optimal,” terang Allan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Terapkan Protokol Kesehatan dengan Baik, Menhub Apresiasi Petugas Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi para petugas di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal tersebut disampaikan...

Authenticity Meraih Dua Penghargaan Bergengsi dari ICMA 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Authenticity meraih dua penghargaan bergengsi melalui program digitalnya. Penghargaan tersebut diantaranya, "1st Winner untuk kategori The Best Content Marketing Implementation in...

Malam Puncak Acara “Tegal Youth Fest 2020”, Komunitas Kepemudaan di Tegal Adakan Silaturahmi Bersama dan Luncurkan Buku

TEGAL, MENARA62.COM -- Organisasi kepemudaan Tegal adakan silaturahmi bersama secara langsung dengan undangan terbatas supaya tetap mengikuti protokol kesehatan di Gamelan Kopi, Tegal pada...

Toekang Ketjos, Bisnis Unik Dua Kawan Lama

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi memberikan dampak finansial kepada hampir seluruh pelaku usaha di dunia. Tak terkecuali dengan Obin dan Derry. Mereka berdua sebelumnya memiliki...

LBH PP Muhammadiyah Desak Polri Proses Hukum Oknum Pemukul Relawan MDMC

JAKARTA, MENARA62.COM - LBH PP Muhammadiyah, Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) PP Muhammadiyah, YLBHI, KontraS, LBH Masyarakat, LBH...