SOLO, MENARA62.COM – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan saat mengikuti kompetisi di kancah internasional. Dehan, sebuah nama tim yang terdiri dari mahasiswa UMS meraih Gold Medal dalam ajang ASEAN Innovative Science Environmental dan Entrepreneur Fair 2026, yang telah berlangsung pada 9-12 Februari 2026.
Tim Dehan di bawah pendampingan dosen Suprapto, S.Si., Apt.,M.Sc., beranggotakan enam mahasiswa, yaitu Dani Hendrawan selaku ketua tim, Hanifa Aulia Khoirunnisa, Bella Fitria Anggraini, Muhammad Elzam Dwi Fahrudin, Srigita Hayyu Ghaitsa, dan Atha Salwa Imtiyaz.
Karya tim yang berjudul “Formulation and Evaluation of Mangosteen Peel Extract Capsules as an Anti-Inflammatory Agent With Variations in Amprotab Concentration as a Disintegrantā, menawarkan pemanfaatan kulit manggis yang kerap dianggap sebagai limbah menjadi sebuah solusi anti-inflamasi herbal.
āPenelitian ini berangkat dari keresahan terhadap penggunaan OAINS jangka panjang yang berisiko bagi saluran cerna. Kami menawarkan pendekatan herbal berbasis bukti ilmiah dengan memanfaatkan kulit manggis yang kaya senyawa xanthone sebagai anti-inflamasi alami,ā jelas Dani saat dimintai keterangan, Selasa (24/2).
Inovasi mereka tidak berhenti pada pemilihan bahan baku, rekayasa farmasetika dilakukan dalam memformulasikan ekstrak kulit manggis ke dalam kapsul dan menguji pengaruh variasi konsentrasi Amprotab sebagai disintegran untuk memastikan kapsul mampu hancur dengan cepat sehingga zat aktif dapat segera bekerja di dalam tubuh secara optimal.
Bagi Dani, momen paling berkesan pada saat kompetisi datang setelah sesi presentasi. Inovasi Tim Dehan berhasil menarik perhatian juri Dr. Ing. Dase Hunaefi, STP, MFoodSt., pakar sensori internasional dari Institut Pertanian Bogor.
āSebagai bentuk apresiasi sekaligus peluang kolaborasi, beliau secara langsung memberikan kartu nama kepada tim dan membuka kesempatan agar produk Dehan dapat dikembangkan menuju tahap pengujian sensori profesional,ā ungkapnya.
Hal tersebut membuktikan bahwa riset mahasiswa UMS memiliki daya tawar akademik yang tinggi sekaligus potensi nyata temuan produk mereka dapat dikembangkan hingga tahap implementasi industri dan berdampak kepada masyarakat secara lebih luas.
āIni membuktikan bahwa mahasiswa UMS mampu berdiri sejajar dengan inovator dunia, sekaligus membawa kekayaan hayati nusantara ke panggung internasional melalui sains yang terukur dan berdampak,ā ujar Dani.
Suprapto memberikan apresiasi atas keberhasilan tim dalam menghadirkan solusi nyata yang menjawab tantangan di era global, kewirausahaan dengan kualitas riset bereputasi, hingga menjadi langkah awal hilirisasi produk herbal Indonesia ke tingkat industri.
āSelamat untuk tim, langkah emas hari ini adalah fondasi bagi inovasi kesehatan masa depan,ā tuturnya. (*)
