30.2 C
Jakarta

Kemdiktisaintek Gelontorkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Danai 18.215 Proposal yang Lolos Program Pendanaan Riset 2026

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 18.215 proposal dinyatakan lolos dalam program Pendanaan Riset dan Pengembangan Perguruan Tinggi tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Total dana yang digelontorkan untuk pendanaan proposal tersebut mencapai Rp1,7 triliun.

Wakil Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Wamen Saintekdikti), Fauzan saat menyaksikan penandatangan kontrak pendanaan program riset dan pengembangan, menegaskan pentingnya objektivitas, integritas, serta dampak nyata bagi masyarakat dalam program pendanaan riset dan pengembangan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Fauzan menyebut bahwa jumlah proposal yang masuk mencapai ratusan dan telah melalui proses seleksi yang ketat dan objektif.

“Saya percaya proses ini berjalan secara objektif, tanpa titipan kepentingan tertentu. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu yang terpilih hari ini adalah benar-benar pemenang,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, Fauzan mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan bahwa para penerima dana memiliki tanggung jawab besar sebagai representasi kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Bapak dan Ibu adalah duta kehadiran negara di masyarakat. Ada konsekuensi logis dari peran tersebut, yaitu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial yang masih kompleks,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa para akademisi dan peneliti berada di garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa, baik melalui riset maupun implementasi program berbasis ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut, Fauzan mengajak para penerima pendanaan untuk meninggalkan pola pikir yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, dan mulai berfokus pada kontribusi yang lebih luas.

“Cara berpikir yang hanya untuk kepentingan pribadi harus ditanggalkan. Kami menunggu karya-karya besar yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ekosistem riset yang ada saat ini merupakan salah satu yang kuat dalam mendorong keunggulan nasional. Oleh karena itu, ia berharap hasil dari program ini dapat melahirkan produk dan inovasi yang serius serta berdampak luas.

Menutup sambutannya, Fauzan menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima pendanaan, sembari mengingatkan agar capaian ini dijadikan sebagai awal untuk terus berkarya.

“Keberhasilan ini bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi momentum untuk terus berpikir, berinovasi, dan menghasilkan karya terbaik,” pungkasnya.

Tahun ini, jumlah proposal yang masuk dalam program pendanaan riset mencapai 104.546 proposal. Dari jumlah tersebut sebanyak 18.215 proposal mendapatkan pendanaan dari Kemdiktisaintek dengan tingkat kesuksesan 17,4 persen.

Adapun program yang mendapatkan pendanaan terdiri atas penelitian, pengandian kepada masyarakat, hilirisasi riset prioritas, konsorsium unggulan berdampak, inovasi seni Nusantara, pengujian model dan prototipe, pusat unggulan IPTEK Perguruan Tinggi dan mahasiswa berdampak dengan total dana mencapai Rp1,7 triliun.

Sedang sebaran penerima pendanaan berdasarkan 8 bidang industry strategis nasional masing-masing adalah bidang pangan (4.091), hilirisasi & industry (2.561), manufaktur & material maju (735), digitalisasi: AI & semikonduktor (2.521), maritim (583), pertahanan (329), energi (1.103) dan kesehatan 4.346. Kategori perguruan tinggi penerima program pendanaan terdiri atas 3.486 PTN (19,37 persen), 3.787 PTNBH (21,04 persen) dan 10.723 PTS (59,59 persen).

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!