25.6 C
Jakarta

Kenali Lalilulelo, Gejala Dini Pikun

Must read

Sampah Botol Plastik Ditukar BBM

Temanggung, Menara62.com - Untuk pertama kalinya di Indonesia, sampah botol plastik bisa ditukar dengan BBM. Pemerintah Kabupaten Temanggung bersinergi dengan PT. Pertamina (Persero) melalui...

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

Lalilulelo suatu istilah singkatan untuk mempermudah mengenali gejala dini pikun/demensia. Lalilulelo memiliki arti labil, linglung, lupa, lemot, dan logika menurun. Demikian dikemukakan oleh dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S(K), dokter spesialis neurologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada acara Bicara Sehat  secara virtual dengan tema “Jangan Maklum dengan Pikun.” Acara ini diselenggarakan atas kerjasama RSUI dengan Yayasan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Chapter Depok, dalam rangka memperingati bulan Alzheimer (23/9/2020).

“Istilah pikun biasanya diartikan sebagai kondisi berkurangnya daya ingat atau memori. Banyak orang beranggapan pikun merupakan efek penuaan dan tidak bisa dicegah. Padahal, pikun juga bisa menyerang orang yang masih berusia muda. Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV,” jelas lulusan FKUI yang kini masih menjalani Pendidikan di Jepang,

Pukovisa juga memberi beberapa starategi untuk menanggulangi pikun diantaranya menerapkan formula 4-4-2, suatu istilah untuk persyaratan otak tetap sehat. Formula 4-4-2 ini  terdiri dari: Kiper (modal awal yaitu berupa otak), Bek (4 bebas pengganggu, yaitu 4 hal yang dapat mengganggu kesehatan otak : zat neurotoksik dan adiktif, penyakit kardiovaskular dan neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak), Gelandang (4 bahan baku optimal yaitu 4 hal yang dapat menjaga kesehatan otak : nutrisi, istirahat cukup, olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai), serta Penyerang (2 karakter mulia yaitu berupa kecerdasan dan kreativitas).

Pukovisa juga mengingatkan, selain formula itu penting untuk melakukan deteksi dini demensia. Jangan termakan isu hoax, sebaiknya langsung mengonsultasikannya kepada dokter yang ahli. “Jangan sepelekan lupa. Aktif lakukan deteksi dini keluhan lupa. Lupa dapat ditangani oleh ahlinya dan semakin dini semakin baik.”

Ia juga mengenalkan aplikasi e-Memory Screening (EMS) yang dapat di-download melalui Google Play Store atau App Store. Aplikasi ini dibuat oleh PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia), berisi artikel-artikel edukasi seputar demensia, skrining demensia, serta daftar nama rumah sakit dan dokter spesialis neurologis terdekat.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sampah Botol Plastik Ditukar BBM

Temanggung, Menara62.com - Untuk pertama kalinya di Indonesia, sampah botol plastik bisa ditukar dengan BBM. Pemerintah Kabupaten Temanggung bersinergi dengan PT. Pertamina (Persero) melalui...

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

Masyarakat Bisa Dukung Tugas Tenaga Medis Atasi Covid-19 dengan Menerapkan PHBS

JAKARTA, MENARA62.COM - Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan untuk dapat melindungi diri ketika sakit. Termasuk pada saat pandemi Covid-19, di mana tenaga kesehatan telah menjadi...