35.4 C
Jakarta

Rektor UMS Ungkap Makna Kemerdekaan dan Milad ke-68

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih, Senin (17/8/2026). Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi perjalanan UMS yang memasuki usia ke-68 tahun.

 

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam amanatnya mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat rasa syukur, doa, dan sinergi untuk menjaga serta mengembangkan UMS ke depan.

 

Harun mengatakan, peringatan HUT ke-81 RI dan Milad ke-68 UMS menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus menyiapkan langkah menghadapi masa depan.

 

Menurutnya, terdapat tiga pijakan penting dalam memaknai momentum tersebut. Pilar pertama adalah bersyukur.

 

“Pilar yang pertama adalah pilar untuk senantiasa bersyukur,” tegas Harun.

 

Ia mengingatkan, keberadaan Indonesia, Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan UMS merupakan bagian dari perjalanan panjang yang patut disyukuri. Karena itu, sivitas akademika UMS perlu menghormati para pendiri UMS, para pahlawan kemerdekaan Indonesia, serta para pendiri Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sejak 1912.

 

Doa untuk Korban Musibah

 

Pilar kedua yang ditekankan Harun adalah doa. Menurutnya, doa menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan sekaligus perjalanan UMS pada masa mendatang.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak sivitas akademika memberikan perhatian kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Flores.

 

“Secara khusus, pakaian yang saya kenakan pada hari ini dan teman-teman menunjukkan bagian dari keindonesiaan. Khusus yang saya pakai ini mencerminkan bagian dari mengingatkan, mendekatkan diri kita semua kepada saudara-saudara kita yang kena musibah di NTT dan Flores,” ujarnya.

 

Harun menilai kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya memaknai kemerdekaan. Semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

 

Sementara itu, bentuk syukur berikutnya dapat diwujudkan dengan menjaga, mengelola, dan mengembangkan UMS. Menurut Harun, perkembangan UMS selama 68 tahun merupakan hasil proses panjang yang harus dirawat secara bersama-sama.

 

“Salah satu wujud syukur itu adalah kita bisa mengelola, menjaga, mengembangkan, menumbuhkembangkan UMS ini sejak 68 tahun yang lalu,” katanya.

 

UMS Kini Miliki 86 Program Studi

 

Perkembangan UMS salah satunya terlihat dari jumlah program studi. Saat ini, UMS memiliki 86 program studi yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai sarjana, profesi, magister, hingga doktor.

 

Namun, Harun menegaskan keberhasilan UMS tidak semata diukur dari pertumbuhan institusi maupun jumlah program studi. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama berada di kampus harus mampu dibawa ke tengah masyarakat dan memberikan manfaat.

 

Ia mengajak seluruh unsur UMS, mulai dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan hingga tenaga outsourcing, untuk ikut menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berinteraksi di lingkungan kampus.

 

“Karena hakikat pekerjaan adalah lillahi ta’ala yuhibbu. Jadi di dalam pekerjaan itu ada dua saya kira: yang pertama lillahi ta’ala, yang kedua yuhibbu. Untuk mencapai profesional itu harus lillahi ta’ala, dan untuk dasar lillahi ta’ala itu sebagai fondasi harus dikembangkan menjadi paripurna yaitu yuhibbu,” tuturnya.

 

Pendaftar PMB UMS Capai 27.900 Orang

 

Dalam amanat tersebut, Harun juga menyampaikan perkembangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS.

 

Hingga Senin (17/8/2026), jumlah pendaftar PMB UMS telah mencapai sekitar 27.900 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.516 mahasiswa telah melakukan registrasi.

 

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UMS sekaligus tantangan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan perguruan tinggi.

 

Menutup amanatnya, Harun mengajak seluruh unsur UMS bergerak bersama dengan mengoptimalkan potensi masing-masing. Sinergi dinilai menjadi kunci agar UMS tidak hanya memiliki reputasi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Momentum HUT ke-81 RI dan Milad ke-68 UMS pun menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang institusi harus dilanjutkan dengan rasa syukur, kepedulian, kerja profesional, serta kolaborasi seluruh sivitas akademika. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!