30.7 C
Jakarta

Muhammadiyah Siapkan Senior Care Hadapi Lonjakan Lansia

Baca Juga:

BOGOR, MENARA62.COM — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan pengembangan Muhammadiyah Senior Care (MSC) di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan sekaligus pemberdayaan lanjut usia (lansia) secara terpadu.

 

Rencana itu dibahas setelah MPKS PP Muhammadiyah meninjau lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang telah dilengkapi fasilitas vila. Lokasi tersebut dinilai potensial dikembangkan sebagai pusat pelayanan lansia yang tidak hanya berorientasi pada perawatan, tetapi juga pemberdayaan dan penguatan peran sosial lansia.

 

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, mengatakan kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi sebelum fasilitas tersebut dikembangkan secara resmi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

 

“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

 

Menurut Mariman, tahap awal yang perlu dilakukan adalah memetakan jumlah, karakteristik, serta kondisi sosial dan kesehatan lansia di sekitar kawasan Layangsari. Pemetaan diperlukan agar model pelayanan yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

 

Pendamping Lansia Perlu Kompetensi

 

Selain kelembagaan, Mariman menekankan pentingnya kompetensi pendamping lansia. Kelompok usia lanjut membutuhkan pendekatan khusus, terutama dalam komunikasi, kesabaran, dan empati.

 

“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” katanya.

 

Pengembangan MSC menjadi bagian dari respons Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia yang ditandai meningkatnya jumlah penduduk lansia.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) yang dikutip dalam pembahasan tersebut, penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau 11,97 persen dari total populasi nasional.

 

Lansia Didorong Tetap Produktif

 

Ketua MPKS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Iqbal Rais, menegaskan konsep Muhammadiyah Senior Care tidak boleh berhenti pada pelayanan keagamaan formal.

 

Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), kata dia, tetap menjadi fondasi, tetapi perlu dipadukan dengan aktivitas sosial dan pengembangan potensi lansia.

 

Ruang aktivitas lansia dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti seni, musik, diskusi kelompok, hingga aktivitas sosial yang memungkinkan mereka tetap berinteraksi dan berkontribusi.

 

“Lansia bukan beban. Kita ingin menguatkan, memproduktifkan, dan mengaktifkan mereka agar menjadi pendukung utama gerakan Persyarikatan,” tegas Iqbal.

 

Ke depan, MPKS PP Muhammadiyah mendorong pengelola menyusun rencana strategis secara bertahap, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

 

Fasilitas di Bogor tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat senior care yang lebih komprehensif, termasuk membuka layanan daycare lansia serta berbagai bentuk pelayanan dan pemberdayaan yang menyesuaikan kebutuhan kelompok usia lanjut.

 

Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah Senior Care tidak sekadar menjadi tempat pelayanan lansia. Fasilitas ini diarahkan menjadi ruang pemberdayaan yang menjaga martabat, kemandirian, produktivitas, serta kontribusi lansia dalam kehidupan sosial dan gerakan Persyarikatan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!