34.2 C
Jakarta

MDMC bersama Lazismu Perkuat Respons Gempa Flores, Buka Pos Pelayanan

Baca Juga:

FLORES, MENARA62.COMMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkuat respons kemanusiaan pascagempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

 

Berdasarkan laporan situasi MDMC, dampak gempa tercatat di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Ngada.

 

Dalam respons awal, Muhammadiyah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jejaring relawan lokal, serta berbagai pihak terkait.

 

MDMC juga memobilisasi relawan terdekat, melakukan asesmen kebutuhan penyintas, dan memantau perkembangan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

 

Posko Muhammadiyah Diperkuat

 

Untuk memperkuat koordinasi respons di Flores, Pos Koordinasi Muhammadiyah ditempatkan di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

 

Sementara itu, Pos Pelayanan Muhammadiyah diaktifkan di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Kecamatan Sambi Rampas.

 

Keberadaan dua titik tersebut diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat penyaluran bantuan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Dukungan pelayanan kesehatan juga mulai berjalan di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Tim dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat telah diterjunkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

 

Selain itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) menyiapkan dukungan tambahan dari tim kesehatan PKU Muhammadiyah Bima, NTT, dan RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur.

 

Distribusi Makanan hingga Dapur Umum

 

Di Manggarai Timur, respons kemanusiaan dilakukan melalui distribusi makanan siap saji serta mobilisasi relawan Muhammadiyah.

 

MDMC Jawa Timur juga menyiapkan dua unit mobil rescue dan satu unit dapur umum untuk memperkuat pelayanan di wilayah terdampak.

 

Sementara itu, proses pendataan dampak gempa masih berlangsung di sejumlah daerah. Laporan sementara mencatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang luka-luka, dan sekitar 2.000 orang mengungsi.

 

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah rumah dan fasilitas umum. Namun, proses pendataan dan verifikasi di lapangan masih terus dilakukan.

 

MDMC bersama jejaring relawan Muhammadiyah berkomitmen melanjutkan pemantauan, asesmen, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta penguatan koordinasi berdasarkan perkembangan kebutuhan masyarakat.

 

Dalam respons tersebut, MDMC melibatkan MDMC NTT, MDMC Ende, MDMC Manggarai Timur, MDMC Sikka, MDMC Manggarai, Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan masyarakat terdampak gempa Flores mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan selama masa respons bencana. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!