BANDUNG, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mahasiswa memamerkan program, produk, dan inovasi yang dikembangkan selama terjun ke masyarakat.
Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana mengatakan, KKN tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin tahunan. Menurut dia, KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Jangan sampai ada kesan masyarakat bahwa mahasiswa dan sivitas kampus itu hanya bisa kuliah, bergelut dengan ilmu, dan diam di gedung kampus. KKN yang sudah Anda lakukan itu bagian dari implementasi ilmu di masyarakat,” ujar Ayi saat membuka Expo KKN UM Bandung.
Implementasi Teologi Al-Ma’un
Ayi menjelaskan, KKN di perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki landasan ideologis melalui teologi Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.
Nilai Al-Ma’un, kata dia, tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan. Nilai tersebut harus diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia mencontohkan kisah KH Ahmad Dahlan ketika mengajarkan Surah Al-Ma’un kepada para santrinya secara berulang. Para santri saat itu memahami Al-Ma’un sebagai bacaan, tetapi belum mengimplementasikan pesan sosial yang terkandung di dalamnya.
Ahmad Dahlan kemudian mengajak para santri mencari orang sakit dan miskin serta membantu mereka keluar dari kondisi tersebut.
Menurut Ayi, kisah tersebut menunjukkan bahwa pemahaman agama harus diwujudkan dalam aksi sosial. Karena itu, KKN menjadi salah satu sarana mahasiswa UM Bandung menerjemahkan nilai Al-Ma’un ke dalam kehidupan masyarakat.
“KKN bukan sekadar program rutin tahunan. Di dalamnya ada gagasan ideologis Muhammadiyah,” tegasnya.
Ayi juga mendorong agar program KKN tetap memberikan manfaat setelah mahasiswa meninggalkan lokasi. Keberlanjutan program, menurut dia, menjadi bagian penting dari keberhasilan KKN.
Soroti Anak Tidak Sekolah
Dalam kesempatan tersebut, Ayi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, swasta, dan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa UM Bandung dalam verifikasi faktual Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Barat.
Ayi menilai persoalan ATS perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan kualitas generasi muda di tengah bonus demografi Indonesia.
“Indonesia punya bonus demografi. Namun, masih banyak yang seharusnya sekolah malah tidak sekolah. Meskipun yang sekolah pun masih belum tentu otomatis sukses. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pendataan ATS. Menurut dia, kerja sama tersebut perlu terus dikembangkan dengan melibatkan sektor swasta dan berbagai mitra lainnya.
1.200 Mahasiswa Diterjunkan
Ketua Panitia KKN UM Bandung 2026 Alghif Aruni Nur Rukman mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.
Expo KKN menjadi ruang untuk menampilkan hasil kerja dan inovasi mahasiswa selama berada di masyarakat. Setiap daerah memiliki persoalan dan potensi berbeda sehingga program mahasiswa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Kami berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke kampus. Masyarakat membutuhkan program yang berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan KKN bukan soal berapa banyak programnya, tetapi seberapa kuat dampak dari program tersebut setelah mahasiswa kembali ke kampus,” kata Alghif.
Kepala LPPM UM Bandung Ijang Faisal menambahkan, Expo KKN juga menjadi sarana untuk melihat penerapan ilmu sekaligus pengalaman mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat.
Sekitar 1.200 mahasiswa diterjunkan ke berbagai lokasi KKN dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan. Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga dilibatkan dalam verifikasi faktual data ATS sebagai bagian dari sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ijang berharap pengalaman dan inovasi yang diperoleh mahasiswa selama KKN dapat dikembangkan menjadi penelitian maupun program pengabdian kepada masyarakat pada masa mendatang.
“Mahasiswa datang ke masyarakat membawa ilmu, tetapi pada saat yang sama mereka pulang membawa ilmu baru dari masyarakat,” ujarnya.
Pamerkan Inovasi Mahasiswa
Expo KKN UM Bandung 2026 menampilkan berbagai alat peraga, produk, dan inovasi yang dikembangkan mahasiswa selama menjalankan program di masyarakat.
Lantai tiga gedung UM Bandung dipenuhi stand kelompok KKN yang memamerkan hasil program berdasarkan wilayah penempatan masing-masing.
Selain pameran, kegiatan tersebut juga menghadirkan booth kreatif dan produk unggulan, talkshow inspiratif, penampilan mahasiswa, serta hiburan.
Sejumlah penampil yang turut memeriahkan Expo KKN UM Bandung 2026 antara lain Band Glacier Team, Sela Lazma dan Nazwa Aziz, Seni Nur Sa’idiyah, Vocal Grup PSM UM Bandung, serta bintang tamu Uchi Qolby dan Boni Anggara. (FA/FK/*)
