29.7 C
Jakarta

Kunci Kesuksesan dan Kebahagiaan

Must read

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

Kukuhkan MUI Indramayu, Rahmat Syafii: Ulama Harus Bisa Beri Solusi Problem Masyarakat

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Para ulama Indramayu harus menjadi pemberi solusi dari berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua MUI Jawa...

‎“…Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (Q.S. Al-Baqarah: 153)‎

Sabar adalah kunci kesuksesan
Sabar adalah kunci kebahagiaan
Sabar adalah kunci segala-galanya

Tidak ada kenikmatan yang dirasakan seorang hamba melebihi ‎nikmatnya kebersamaan Sang Maha Segala-galanya, yakni Allah SWT ‎bersamanya. ‎

Ya, ketika Allah berkenan menyertai kita dimanapun dan kapanpun kita ‎berada, dalam artian bahwa Allah ridla dengan setiap langkah kita, dalam ‎menjalani hidup ini, maka kita tidak akan pernah merasa khawatir dan sedih, ‎meski berbagai ujian dan cobaan datang silih berganti menerpa kehidupan ‎kita. Sebaliknya, kita justru akan merasa tenang dan damai menjalani hidup ‎ini.‎

Adapun kemalangan yang tak terperikan adalah ketika Allah enggan ‎bersama kita, tidak ridla dengan setiap gerak dan langkah kita dalam ‎menjalani hidup ini. Dia tidak berkenan menyertai kita karena kita yang telah ‎menjaga jarak dengan-Nya. Kita kerjakan apa yang dilarang-Nya, sementara ‎kita jauhi apa yang diperintahkan-Nya. Kita menjauh dari-Nya, maka Dia pun ‎menjauh dari kita.‎

Nah, salah satu cara paling efektif agar setiap langkah kita selalu disertai ‎dan diridlai oleh Allah swt adalah dengan bersabar. Ya, sabar adalah cara agar ‎Allah berkenan menyertai perjalanan hidup kita. Memang, hakekatnya Allah ‎selalu hadir dalam kehidupan kita, kapan pun dan di mana pun kita berada, ‎tidak ada ruang sedikit pun yang terlepas dari kebersamaan dan pengawasan ‎Allah. ‎

Kebersamaan yang saya maksud di sini adalah keridloan Allah untuk ‎selalu mengulurkan pertolongan-Nya, di saat kita tengah ditimpa kesulitan ‎dan persoalan hidup. Hanya dengan sikap sabar kita mampu mengundang ‎Allah untuk selalu hadir memberikan pertolongan kepada kita. Ini sesuai ‎dengan janji Allah, “…Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. ‎‎(Q.S. Al-Baqarah: 153)‎

Janji Allah itu pasti! Karena Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. ‎Dia berjanji akan bersama hamba-hamba-Nya, dengan satu syarat: sabar.‎

Jika kita yakin bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, maka ‎pertanyaan selanjutnya adalah ditujukan kepada diri kita masing-masing, ‎maukah kita memenuhi syarat-Nya, yaitu bersikap sabar?‎

Jawaban kita atas pertanyaan tersebut akan menentukan arah hidup kita ‎selanjutnya. Apakah kita akan selalu disertai Allah dalam setiap langkah hidup ‎kita, ataukah justru sebaliknya, kita akan dijauhi Allah dalam menjalani hari-‎hari kita? Semua tergantung jawaban yang kita pilih.‎

Pada hakekatnya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan ‎kegagalan dan penderitaan dalam hidupnya. Setiap orang mendamba ‎kesuksesan dan kebahagiaan, baik di dunia ini lebih-lebih di akhirat kelak.‎

Ironisnya, tidak semua orang yang berharap kesuksesan dan ‎kebahagiaan hidup ini menempuh jalan yang benar untuk mencapainya. ‎Banyak di antara mereka justru menempuh jalan-jalan yang alih-alih ‎mendekatkan kepada impiannya untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan, ‎tetapi justru menjauhkannya dari kesuksesan dan kebahagiaan hidup.‎

Adapun jalan yang sering mereka tempuh adalah jalan pintas atau jalur ‎alternatif yang jauh dari nilai-nilai agama; yaitu meminta pertolongan kepada ‎selain Allah, menghalalkan segala cara dalam berbisnis, misalnya, merampas ‎hak orang lain, dan berbagai cara lainnya yang menurut mereka bisa ‎mengantarkan mereka pada kesuksesan dan kebahagiaan.‎

Kalaulah mereka mendapat apa yang mereka inginkan berupa kelimpahan ‎materi, popularitas, serta status sosial yang tinggi di tengah-tengah ‎masyarakat, yakinlah bahwa mereka tidak akan pernah bahagia apalagi ‎berkah.‎

Limpahan materi, popularitas, serta status sosial yang tinggi, yang ‎diperoleh dengan cara-cara yang melanggar aturan Allah hanyalah akan ‎membawa seseorang pada kesengsaraan dan penderitaan. Karena keberkahan ‎hidup tidak akan pernah menghampiri orang-orang yang tidak mengindahkan ‎apalagi melanggar aturan Allah.‎

Sejatinya, kalau kita mau berpikir jernih, untuk meraih kesuksesan dan ‎kebahagiaan, Allah hanya menyaratkan kita untuk sabar. Bagi orang yang ‎sabar, kesuksesan hanyalah masalah waktu.‎

Jika Allah sudah benar-benar selalu menyertai kita, dan dengan ‎keridlaan-Nya berkenan mengulurkan pertolongan-Nya kepada kita, kapan ‎pun dan di mana pun kita berada, setiap saat setiap waktu, maka kesuksesan ‎dan kebahagiaan akan dengan mudah dapat kita raih.‎

Ruang Inspirasi, Selasa (3/3/2020).

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...

Kukuhkan MUI Indramayu, Rahmat Syafii: Ulama Harus Bisa Beri Solusi Problem Masyarakat

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Para ulama Indramayu harus menjadi pemberi solusi dari berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua MUI Jawa...

Muhammadiyah Kaltim Berangkatkan Relawan ke Kalsel dan Sulbar

SAMARINDA, MENARA62.COM- Musibah bertubi-tubi nampaknya belum beranjak dari negeri kita ini. Di tengah pandemi covid -19, banjir melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, demikian...