26.1 C
Jakarta

Lelucon Koruptor ala Agus Noor

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

JAKARTA, MENARA62.COM — Peristiwa konyol yang kerap menimpa negeri ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat biasa. Para seniman dalam hal ini tidak hanya merasakan tetapi prihatin sekaligus membuat lelucon dalam karyanya dalam menanggapi peristiwa-peristiwa yang kerap menimpa negeri ini. Peristiwa yang sangat sering terjadi adalah terjadinya tindak korupsi di berbagai tempat dan jabatan. Hal seperti ini menjadi bahan lelucon yang kemudian dipentaskan oleh beberapa seniman lewat Kayan Production & Communications seperti Butet Kartarajasa, Sujiwo Tejo, dan beberapa seniman lainnya.

Lelucon koruptor ini dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia West Mall, Jakarta pada Sabtu (10/2/2018). Naskah yang dibacakan oleh beberapa seniman seperti Sujiwo, dan lainnya merupakan naskah yang diambil dari salah satu karya Agus Noor berjudul Romantisme dan Kegilaan Agus Noor.

Pada pentas ini dihadirkan beberapa tokoh dan peristiwa lewat beberapa dialog dan monolog yang benar-benar menggambarkan dan menyatir peristiwa-peristiwa di negeri ini, khususnya koruptor. Butet yang berperan sebagai hakim menyidang seekor anjing yang disebut sebagai saksi mata dalam sebuah kasus korupsi yang terjadi baru-baru ini. Hal-hal satir kerap disematkan dalam monolog-monolog antara hakim dan beberapa saksi yang juga diperankan oleh Butet. Dihadirkan juga simbolis kelucuan peristiwa yang baru-baru terjadi, seperti tiang listrik dan empat lampu di atasnya.

Agus Noor sebagai penulis juga membaca beberapa puisinya pada pentas ini bersama Fika sebelum pentas berakhir. Dan Sujiwo Tejo dengan lengking biola dan saksofonnya menjadi penutup pentas yang penuh canda tawa itu. Pada pentas itu, juga dihibur oleh dua komedian, yaitu Akbar cs yang membuat perut penonton terkocok oleh lelucon mereka berdua.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...