25.6 C
Jakarta

Liga Muslim Dunia Tekankan Dialog untuk Atasi Islamofobia

Must read

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

RIYADH, MENARA62.COM — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Muslim Dunia, Sheikh Mohammed Al-Issa, menekankan pentingnya dialog dalam menangani Islamofobia. Hal ini disampaikannya pada pembukaan Forum Media Saudi di Riyadh, awal pekan ini.

“Sebagai organisasi Muslim dan Islam, kita harus mengklarifikasi gambaran Islam dan Muslim yang sebenarnya,” kata Sheikh Mohammed Al-Issa..

Ia menyebutkan banyak perlakuan diskriminasi yang terjadi di dunia Barat. Media juga memainkan peran penting dalam mempromosikan Islamofobia, seperti halnya film.

“Banyak dari mereka menanamkan bahwa mereka hanya membenci umat Islam tanpa alasan. Mungkin sulit, tetapi diskusi adalah kunci dan memiliki hasil yang bermanfaat,” ujarnya.

Dia mengengkapkan, kampanye negatif melawan Islam dipimpin oleh kelompok sayap kanan. “Kami memiliki sesi dengan orang-orang yang membenci Islam, tetapi sekarang kami memanggil mereka teman baik setelah transparansi kami dan diskusi dengan mereka. Oleh karena itu, diskusi adalah penting, ” tegas Al-Issa.

Ia melanjutkan bahwa bebarapa kalangan sayap kanan menentang Islam karena apa yang mereka dengar atau lihat. “Orang-orang ini jauh lebih mudah untuk berdiskusi (daripada mereka yang tidak memiliki alasan untuk prasangka). Mereka ditemukan di banyak negara Eropa. ”

Orang sayap kanan lainnya, menurut Al-Issa, menghormati Muslim dan tinggal bersama mereka. Tetapi, mereka khawatir tentang hasil dari pengaruh gelombang imigran dan peta demografis.

Satu masalah yang menyebabkan kesulitan dalam hal koeksistensi adalah bahwa beberapa hukum Islam tidak berlaku di negara-negara non-Muslim. “Kami mendesak semua orang yang tinggal di suatu negara untuk menghormati hukum, budaya, dan konstitusinya,” kata Al-Issa.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Pakar Sebut Pentingnya Transisi Kampanye Digital dan KPU Harus Fasilitasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi akan berbeda karena ruang kampanye beralih dalam bentuk...