SOLO, MENARA62.COM — Pembelajaran robotik di tingkat sekolah dasar tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga melatih siswa berpikir kritis dan mencari solusi secara mandiri. Hal itu terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler robotik di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura, Sukoharjo, yang turut didampingi mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP 2 UMS tidak sekadar membantu siswa merakit robot. Mereka berperan sebagai rekan belajar yang mendampingi siswa mengeksplorasi dasar pemrograman dan teknologi melalui praktik langsung.
Pendampingan dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa, sekaligus memastikan kegiatan perakitan robot berlangsung kondusif dan menyenangkan.
Koordinator PLP PGSD UMS, Muhammad Ilham Hariyanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam ekstrakurikuler robotik menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami merasa senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan robotik. Melihat siswa bersemangat mencoba, berdiskusi, hingga berhasil memperbaiki robot mereka sendiri menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami,” ujar Ilham, Sabtu (8/8/2026).
Belajar Coding lewat Praktik Robotik
Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi siswa merakit berbagai komponen robot, mulai dari sensor elektronik hingga menghubungkan papan mikrokontroler.
Pendampingan tersebut sekaligus memperkuat penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di sekolah.
Suasana belajar pun berlangsung lebih interaktif. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pemrograman dengan bahasa yang sederhana agar istilah-istilah coding lebih mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Dengan adanya pendamping, siswa terlihat lebih percaya diri ketika mencoba berbagai perintah pemrograman pada perangkat lunak robotik.
Pada sesi praktik, siswa membuat dua jenis robot, yakni robot beroda penjejak garis (line follower robot) dan robot lengan mekanik sederhana.
Mahasiswa PLP 2 UMS berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk membantu siswa yang mengalami kendala dalam proses perakitan maupun pemrograman.
Menariknya, mahasiswa tidak serta-merta memberikan solusi ketika siswa menghadapi masalah. Mereka justru mengarahkan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik agar dapat menemukan penyebab masalah dan solusinya secara mandiri.
Misalnya, ketika roda robot tidak bergerak atau sensor tidak berfungsi sesuai perintah, siswa diajak memeriksa kembali rangkaian dan program yang telah dibuat.
Pendekatan tersebut membuat pembelajaran robotik tidak berhenti pada kemampuan membuat robot bergerak. Siswa juga dilatih untuk terbiasa melakukan pengamatan, mencoba, menemukan kesalahan, dan memperbaikinya.
Sekolah Apresiasi Pendampingan Mahasiswa UMS
Kepala SDIT Muhammadiyah Al Kautsar, Yustri Mindaryani, M.Pd., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PLP UMS dalam kegiatan robotik.
Menurut dia, robotik merupakan salah satu program unggulan sekolah sehingga tambahan pendamping dalam kegiatan praktik memberikan manfaat bagi siswa.
“Ekstrakurikuler robotik menjadi salah satu program unggulan di sekolah kami. Kehadiran mahasiswa PLP UMS membuat pendampingan kepada siswa menjadi lebih maksimal sehingga mereka semakin antusias dalam merakit maupun memprogram robot,” ujar Yustri.
Ekstrakurikuler robotik tersebut dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Sekolah berharap kolaborasi dengan mahasiswa UMS dapat terus berlangsung untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi sejak jenjang pendidikan dasar.
Jadi Laboratorium Kompetensi Pedagogik Mahasiswa
Bagi mahasiswa PGSD UMS, keterlibatan dalam kegiatan robotik juga menjadi bagian dari proses pembelajaran profesional sebagai calon guru sekolah dasar.
Mereka tidak hanya menerapkan teori pendidikan yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, manajemen kelas, serta keterampilan mendampingi pembelajaran berbasis teknologi.
Program PLP 2 PGSD UMS berlangsung selama beberapa pekan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan dan guru pamong.
Selain mendampingi ekstrakurikuler robotik, mahasiswa juga terlibat dalam pembelajaran di kelas, administrasi sekolah, serta berbagai aktivitas pendidikan lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kompetensi calon guru dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan pentingnya penguatan keterampilan STEM sejak pendidikan dasar. (*)

