SOLO, MENARA62.COM — Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diajarkan melalui teori. Kebiasaan memilah sampah, merawat tanaman, hingga memilih pola hidup berkelanjutan perlu dikenalkan sejak usia sekolah.
Semangat tersebut diterapkan SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta melalui program pendidikan ekologis bersama Yayasan Gita Pertiwi Surakarta, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu diikuti seluruh siswa kelas X dengan tema “Merancang Kampanye Lingkungan Hidup”.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan proyek kelas X berupa Live In Society. Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pemahaman sekaligus pengalaman praktis mengenai pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Alfian Kamal dari Yayasan Gita Pertiwi mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
“Pendidikan ekologis tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan dan tindakan nyata,” ujar Alfian dalam kegiatan tersebut.
Belajar Sampah hingga Energi Terbarukan
Dalam kegiatan pendidikan ekologis tersebut, siswa mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, pangan sehat, dan energi terbarukan.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, siswa juga diajak mengikuti praktik pemilahan sampah dan mengenal tanaman obat keluarga (TOGA).
Praktik tersebut dirancang agar siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi. Siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat sekaligus membahas persoalan lingkungan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah siswa bahkan berbagi pengalaman mengenai praktik pemilahan sampah, penanaman pohon, hingga bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik yang telah mereka lakukan di rumah.
Siswa Disiapkan Jadi Agen Perubahan
SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menargetkan pendidikan ekologis tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi.
Sekolah berharap kesadaran yang dibangun melalui kegiatan tersebut berkembang menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi bagian dari budaya sekolah serta gaya hidup berkelanjutan.
“Pendidikan ekologis di sekolah ini diharapkan mampu mendorong siswa menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya untuk menerapkan gaya hidup yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” demikian keterangan sekolah.
Pesan tersebut nantinya akan diterjemahkan siswa melalui proyek kampanye lingkungan yang dikembangkan dalam kegiatan kelas X.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki karakter, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Integrasikan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
Pendidikan ekologis di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat juga dikembangkan sejalan dengan visi dan misi sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan.
Melalui pendekatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai pengetahuan tambahan, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Dengan demikian, siswa diharapkan mampu memahami hubungan antara perilaku manusia, kelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Program pendidikan ekologis tersebut menjadi salah satu ikhtiar SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta untuk menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dalam menghadapi persoalan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat di sekitarnya membangun pola hidup yang lebih berkelanjutan. (*)


