25.6 C
Jakarta

Mengenal Masjid Al-Falah Sragen, Salah Satu Masjid yang Harus Dikunjungi pada Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Must read

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

SRAGEN, MENARA62.COM — Setelah Masjid Jogokariyan, Yogyakarta menjadi perbincangan hangat karena manAjemen masjidnya, sekarang giliran Masjid Raya Al-Falah Sragen yang jadi perbincangan karena program-programnya yang unik. Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Raya Al-Falah Sragen dapat diibaratkan sebagai kakak adik karena berasal dari ruh dan spirit yang sama. Berawal dari sebuah kajian yang menghadirkan pembicara Ustaz Muhammad Jazir, takmir Masjid Jogokariyan membuat takmir Masjid Raya Al-Falah bersemangat untuk bersama-sama mengurus masjid dan memajukan masjid secara profesional.

Masjid Raya Al-Falah pertama kali didirikan di atas tanah pemberian dari PG Mojo Sragen pada tahun 1956. Takmir masjid yang ditunjuk saat itu adalah para aktivis Muhammadiyah Sragen yang kemudian menamai masjid dengan sebutan Masjid Al-Ittihad.

Pada tahun 1960-an Masjid Raya Al-Falah diajukan pada lomba manajemen masjid tingkat provinsi oleh Pemerintah Kabupaten Sragen, sehingga kepemilikan tanah masjid dibalik nama menjadi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen. Tahun 2000 lewat SK Bupati H.R Bawono memutuskan, bahwa pemakmuran Masjid Raya Al-Falah diberikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen selaku penanggung jawab pemakmuran masjid, SK tersebut menunjuk Drs. H. Sauman sebagai ketua takmir.

Pada Tahun 2015 terjadi pembaruan SK Takmir Masjid Raya Al-Falah Sragen kepada Kusnadi Ikhwani, S.P., sebagai ketua takmir dan didukung oleh tokoh muda Muhammadiyah yang mencintai masjid.

Masjid Raya Al-Falah Sragen memiliki kurang lebih 16 Karyawan yang digaji secara profesional. Karyawan tersebut terdiri atas petugas keamanan 5 personil, petugas kebersihan 6 personil, dan Brigade Bersih Masjid 5 Personil. Semua karyawan tersebut digaji setara UMK.

Banyaknya kegiatan yang berjalan di Masjid Raya Al-Falah Sragen inilah yang membuat masjid ini tak pernah sepi. Meski di luar Bulan Ramadan, jemaah salatnya selalu ramai. Hal ini menarik perhatian masyarakat Muslim dari dalam maupun dari luar daerah Sragen. Karena masjid ini terletak di Jalan Utama Kota Sragen banyak musafir yang memanfaatkan masjid ini sebagai tempat beristirahat.

Berikut program-program unggulan Masjid Raya Al-Falah Sragen:

  1. Mengosongkan (me-0-kan) bahkan pernah men-minus-kan saldo tiap akhir bulan.
  2. Menyediakan buka puasa dan sahur ramadan 2000 porsi.
  3. Menyediakan Buka Puasa Senin dan Kamis.
  4. Minuman Gratis selalu tersedia untuk jemaah.
  5. Memberangkatkan umrah bagi jemaah salat tarawih yang paling rajin salat.
  6. Layanan Brigade Bersih Masjid yang melayani pembersihan masjid-masjid sekitar Sragen.
  7. Menggaji Seluruh Karyawan (Abdi Dalem Masjid).
  8. Memberikan Hadiah Sepeda Motor bagi jemaah salat subuh terajin.
  9. ATM beras untuk kaum duafa.
  10. Mengganti barang yang hilang di dalam masjid.
  11. Parfum Gratis selalu tersedia.
  12. Penitipan barang gratis dan ada petugas jaganya.
  13. Pemberdayaan PKL sekitar masjid.
  14. Makan Gratis setelah Kajian Subuh Ahad.
  15. Streaming Kajian di medsos Masjid Raya Al-Falah Sragen.
  16. Layanan EO Wedding / Pernikahan.
  17. Mendirikan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).

Program-program tersebut merupakan program unggulan Masjid Raya Al-Falah Sragen. Dengan terselenggaranya program-program tersebut, takmir/pengurus mengharapkan masjid menjadi pusat peradaban yang mampu menjadi tempat kegiatan keislaman dan kemasyarakatan. Sebagaimana slogan Masjid Raya Al-Falah “Dari Masjid Kita Bangkit”. (Kusumo)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

LSP UMY Jalani Witness BNSP

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani proses witness sebagai rangkaian akhir untuk mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi...