30.2 C
Jakarta

Metaverse, Jangan Rancu Dengan Virtual Reality

Baca Juga:

Hari ini, sebagian besar dari kita mungkin masih banyak yang rancu ktika ingin berkenalan dengan metaverse. Tidak sedikit diantaranya yang menyamakan saja metavers dengan virtual reality, augmented reality dan mix reality. Sebetulnya, apa perbedaan dan persamaannya?

Perkembangan teknologi memang bergulir seperti snowball. Perkembangannya menggelinding dan menggilas apa saja yang ada di depannya. Termasuk di dalamnya, perkembangan teknologi virtual. Tidak sedikit diantara kita yang tergoda untuk mengenal metaverse, tapi dibingungkan dengan istilah virtual reality, augmented reality dan mix reality. Sekilas, empat hal ini dianggap merujuk pada “dunia” ataupun “benda yang sama.”

Secara singkat, dapat dikatakan Metaverse merupakan dunia virtual, dimana seseorang dapat menjelajah, berinteraksi, dan membuat konten. Namun, perbedaannya jika dibandingkan dengan dunia virtual “tradisional” sangat signifikan, dan karenanya sering membingungkan bagi mereka yang masih awam atau yang baru bermigrasi mengenal dunia ini.

Metavers

Secara instan, perbedaan pertama dari dunia virtual “tradisional” dengan metavers adalah, metaverse cenderung didasarkan pada platform terbuka. Platform ini memungkinkan pengguna untuk mengembangkan dan berbagi konten serta aplikasi. Selain itu, metaverse menawarkan pengguna kesempatan untuk mendapatkan uang, dan bentuk hadiah lainnya ketika mereka ikut membuat dan berbagi konten. Ini, merupakan sesuatu yang jarang ditemukan di dunia virtual generasi sebelumnya.

Metaverse bukan dunia virtual tunggal, tetapi merupakan jaringan dunia virtual yang saling berhubungan. Setiap dunia virtual di metaverse, dapat dirancang dan dikelola secara independen oleh pengguna dengan berbagai pilihan dan opsi sesuai dengan keinginan penjelajahan yang diharapkan bisa mereka alami.

Setiap dunia virtual mungkin memiliki aturan dan karakteristiknya sendiri, tetapi pengunjung dapat berpindah dengan bebas dari satu dunia ke dunia lain. Meloncat dari gedung bertingkat di daerah tropis, kemudian jatuh diatas puncak gunung Alpen yang dingin, kemudian mendaki gundukan padang pasir yang panas.

Dalam “alam semesta” yang beragam, metaverse memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten dan aplikasi dengan pengguna lain. Metavers juga memungkinkan tingkat interaksi dan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan menjadikannya lingkungan yang sangat dapat disesuaikan.

Selain itu, metavers memungkinkan pengguna untuk memodifikasi dan meningkatkan dirinya sendiri, serta menghidupkan avatar mereka. Metaverse, pada kenyataannya, mupakan dunia virtual di mana pengguna memiliki kemampuan untuk membuat dan memodifikasi lingkungan sesuai yang diinginkan. Sedangkan, di dunia virtual lainnya, pengguna umumnya terbatas hanya menjelajahi dan berinteraksi dengan lingkungan yang diciptakan oleh pengembang dunia virtual.

 

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!