31.1 C
Jakarta

Metode Card Sort SD Muhammadiyah PK Kottabarat Tingkatkan Motivasi Pembelajaran Al Qur’an

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Untuk meningkatkan motivasi belajar murid, Tati Kuraesin, guru Al Islam kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menggunakan metode Card Sort pada pembelajaran Al Qur’an materi surat Al Insyiqaq, Kamis (12/1/2023).

Menurut Tati, dari hasil observasi awal pada mata pelajaran Al Islam, penggunaan metode card sort sangat disenangi oleh murid.

“Ketertarikan murid dalam pembelajaran akan menumbuhkan motivasi murid dalam mengikuti pembelajaran dan menjadi faktor utama tercapainya tujuan belajar mengajar,” jelasnya.

Menurut Tati, penggunaan metode card sort dapat menjadi alternatif pilihan untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan mempertimbangkan relevansi materi, tujuan, dan juga tingkat perkembangan peserta didik.

Selanjutnya, Tati menyampaikan delapan langkah penerapan metode card sort. Pertama, guru memberikan contoh bacaan surat Al Insyiqaq. Kedua, murid bersama-sama membaca surat Al Insyiqaq.

Ketiga, guru menyiapkan kartu berisi materi surat Al Insyiqaq. Kartu-kartu tersebut berbentuk persegi, berukuran 20 cm x 8 cm, dan berisi potongan dari ayat-ayat surat Al Insyiqaq. Keempat, seluruh kartu diacak agar tercampur.

Kelima, guru membagi murid ke dalam 5 kelompok. Kartu-kartu tersebut dibagikan kepada semua kelompok. Selain kartu, juga dibagi kertas asturo berwarna sebagi media untuk menempel kartu tersebut.

Keenam, guru memberi kesempatan satu kelompok untuk memulai berdiskusi dengan menyampaikan argumen yang disepakati dalam kelompok selama 5 menit.

Ketujuh, tugas setiap kelompok menyusun kartu di papan dan melafalkan ayat yang telah disusun dengan benar selama 10 menit.

Kedelapan, guru mengapresiasi hasil seluruh kelompok dan mengklasifikasi atau menyimpulkan dengan membandingkan permasalahan yang ditemui terkait materi pada surat Al Insyiqaq.

Menurut salah satu murid kelas V, Fahri Darusalam, kegiatan pembelajaran Al Islam hari ini sangat seru.

“Pembelajaran menjadi menyenangkan, karena belajar secara kelompok dan kelompok saya paling awal menyelesaikan tugas dalam menyusun ayat pada surat Al Insyiqaq,” ungkap Fahri. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!