JAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Pusat Himpunan Difabel Muhammadiyah (PP HidiMu) kembali menggelar Ta’lim Qur’an Inklusif (TAQI) seri ke-12 sebagai bagian dari penguatan pembinaan spiritual dan solidaritas anggota difabel Muhammadiyah.
Kegiatan rutin yang diikuti anggota HidiMu se-Jabodetabek tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan di Masjid Attanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Nomor 62, Jakarta Pusat.
TAQI seri ke-12 dihadiri Ketua Umum HidiMu Fajri Hidayatullah, Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dedi Warman, serta Kepala Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hefinal.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Buya Dr. Risman Muchtar, salah satu penasihat Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menyampaikan kajian bertema “Ibadah Sebagai Pembeda Manusia dari Makhluk Lainnya.”
Buya Risman menjelaskan pentingnya memahami hakikat manusia sebagai hamba Allah SWT sekaligus khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab atas setiap amal perbuatannya.
“Manusia diberikan amanah sebagai khalifah fil ardi yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat,” jelasnya.
Menurutnya, ibadah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia karena menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lain yang tidak memiliki kewajiban syariat serta pertanggungjawaban amal.
Ketua Umum HidiMu Fajri Hidayatullah menyampaikan bahwa TAQI merupakan program rutin yang telah memasuki tahun kedua dan menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi anggota HidiMu.
Pada pelaksanaan seri ke-12 ini, HidiMu mulai memperluas jangkauan kajian dengan melibatkan anggota di seluruh Indonesia, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.
“TAQI tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga pintu masuk pemberdayaan anggota, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” ujar Fajri.
Ia menambahkan, semakin sering anggota berkumpul dan berinteraksi, semakin banyak informasi yang diperoleh serta semakin kuat solidaritas antaranggota HidiMu.
Sebelumnya, pelaksanaan TAQI dilakukan secara bergilir dari masjid ke masjid Muhammadiyah di wilayah Jabodetabek. Mulai seri ke-12, Masjid Attanwir ditetapkan sebagai episentrum gerakan sekaligus pusat pelaksanaan kajian.
Kegiatan TAQI juga akan disiarkan secara daring sehingga dapat diakses masyarakat luas dan anggota HidiMu di berbagai daerah.
Melalui program ini, PP HidiMu berharap dakwah Islam yang inklusif semakin berkembang dan mampu menghadirkan ruang belajar, penguatan spiritual, serta pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. (Dedi Warman/Dewa)
