30.1 C
Jakarta

Rektor UAD Lantik 11 Dekan, Harapkan Pertahankan Akreditasi Unggul

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof Dr Muchlas MT, melantik 11 Dekan periode 2026-2030 di Amphitarium Kampus 4 UAD lantai 9, Selasa (4/8/2026). Rektor UAD mengharapkan agar para dekan langsung bekerja keras untuk mempertahankan akreditasi institusi Unggul yang akan dilakukan reakreditasi pada tahun 2027.

Dekan Periode 2026-2030 adalah Fakultas Agama Islam, Prof Dr Suyadi, MPdI; Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Sumaryanto SE, MSi, Ak, CA; Fakultas Psikologi, Prof Dr Fatwa Tentama, SPsi, MSi; Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Prof Wajiran, SS, MA, PhD; Fakultas Hukum, Prof Dr Fithriatus Shalihah, SH, MH.

Kemudian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Muhammad Sayuti, SPd, MPd, MEd, PhD; Fakultas Teknologi Industri, Prof Dr Ir Siti Jamilatun, MT; Fakultas Farmasi, Dr apt Iis Wahyuningsih, MSi; Fakultas Kesehatan Masyarakat, Muhammad Syamsu Hidayat, SE, MSc, PhD; Fakultas Kedokteran, dr Moch Junaidy Heriyanto, Sp B FINACS; Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Iwan Tri Riyadi Yanto, SSi, MIT, PhD.

Rektor UAD mengatakan masa kepemimpinan para dekan yang baru dilantik akan sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahankan akreditasi Unggul UAD. Bahkan Rektor UAD mengharapkan para dekan bisa meningkatkan capaian yang telah diraih.

“Kami berharap setiap fakultas menjadikan budaya mutu sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Sehingga akreditasi bukan dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai konsekuensi logis dari tata kelola akademik yang unggul dan berkelanjutan yang selama ini telah kita lakukan,” kata Prof Muchlas.

Selain itu, Rektor UAD juga mengingatkan saat ini perubahan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi digital, ekonomi berbasis pengetahuan, serta semakin terbukanya jejaring kolaborasi global telah mengubah lanskap pendidikan tinggi.

Universitas, kata Muchlas, tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan. Tetapi universitas mampu melahirkan insan yang kreatif, adaptif, berintegritas, serta memiliki kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus bertransformasi. Keunggulan sebuah universitas tidak lagi hanya diukur dari kualitas pembelajaran atau produktivitas riset. Tetapi juga dari sejauh mana caturdarma perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, dan berkontribusi terhadap kemajuan peradaban,” tandasnya.

UAD, tambah Muchlas, telah menetapkan arah pengembangannya secara jelas melalui pilihan strategis sebagai Community Services University. Pilihan ini merupakan jati diri UAD bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, Persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.

Komitmen tersebut, kata Rektor UAD, telah dituangkan dalam Rencana Strategis Universitas Ahmad Dahlan 2025-2045 yang disusun dalam lima milestone pengembangan. Kelima milestone tersebut merupakan tahapan yang saling berkesinambungan untuk mengantarkan UAD menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan berdampak di tingkat global pada tahun 2045.

Dalam konteks itu, kata Rektor UAD, para dekan yang hari ini dilantik mengemban tanggung jawab strategis untuk mengawal pencapaian milestone pertama, yaitu transformasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, serta dijiwai oleh nilainilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Integrasi inilah yang menjadi pembeda UAD dengan banyak perguruan tinggi lainnya.

“Pendidikan harus melahirkan solusi, penelitian harus menjawab kebutuhan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan sekaligus media dakwah Islam Berkemajuan,” tandas Rektor UAD. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!