SOLO, MENARA62.COM – Warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, memadati Pendopo Kelurahan Gajahan untuk memanfaatkan Gerakan Pasar Murah Dinas Perdagangan Kota Surakarta 2026, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara langsung.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pasar Murah yang digelar di 18 kelurahan se-Kota Surakarta dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kepala Bidang Pelayanan Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Ari Rahmadani, mengatakan kegiatan pasar murah tahun ini mengusung tema kemerdekaan dengan berbagai program menarik bagi masyarakat.
“Selain menyediakan kebutuhan pokok, kami juga menghadirkan layanan pembayaran PBB. Warga yang membayar PBB melalui QRIS akan mendapatkan hadiah minyak goreng, sedangkan pembayaran PBB juga berkesempatan memperoleh hadiah payung selama persediaan masih ada,” ujarnya.
Tak hanya itu, suasana pasar murah juga semakin semarak dengan pembagian hadiah kepada masyarakat. Setiap kelurahan menyediakan lima paket sembako yang dibagikan kepada warga yang berhasil menjawab kuis bertema kemerdekaan.
Menurut Ari, kolaborasi antara pasar murah dan layanan pembayaran PBB diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Sementara itu, Lurah Gajahan, Aditya Budi Kuswanto, mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar di wilayahnya. Ia menyebut masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, beras, dan komoditas lainnya dengan harga yang lebih terjangkau.
“Hari ini masyarakat bisa memanfaatkan pasar murah di Pendopo Kelurahan Gajahan. Bersamaan dengan itu, kami juga melayani pembayaran PBB bagi warga yang hingga tahun ini belum melunasi pajaknya,” katanya.
Pelayanan pembayaran PBB tersebut difasilitasi bersama Bank Jateng, sehingga masyarakat dapat menyelesaikan kewajiban pajak tanpa harus datang ke kantor lain.
Aditya berharap kegiatan yang memadukan pasar murah dan layanan publik tersebut dapat memberikan manfaat ganda bagi warga.
“Dengan adanya kegiatan dari Dinas Perdagangan dan pelaksanaan pembayaran PBB secara maraton di kelurahan, kami berharap masyarakat semakin terbantu, baik dalam memenuhi kebutuhan belanja maupun menyelesaikan pembayaran PBB,” pungkasnya.
Gerakan Pasar Murah 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Surakarta untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan dengan berbagai program yang melibatkan partisipasi warga. (*)

