30.1 C
Jakarta

Abdul Rivai Ras: Aset PTPN I Harus Jadi Mesin Pertumbuhan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) mempercepat optimalisasi aset sebagai salah satu pilar utama transformasi perusahaan guna memperkuat daya saing, meningkatkan nilai ekonomi, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, dalam diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Swasembada Pangan Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/8).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat transformasi perusahaan, bahwa setiap aktivitas bisnis PTPN I merupakan kontribusi nyata bagi kemaslahatan bangsa sekaligus bernilai ibadah.

Abdul Rivai menegaskan PTPN I memiliki aset strategis yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Maluku. Potensi tersebut harus dikelola secara produktif agar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

“Kita harus bangga memiliki aset yang besar dan strategis. Namun, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui pengelolaan yang produktif sehingga aset benar-benar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Rivai.

Menurutnya, penataan aset menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Program tersebut mencakup penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, serta penyusunan strategi pemanfaatan aset untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

“Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegas Rivai.

Aset PTPN I meliputi lahan perkebunan, pabrik pengolahan, gudang, bangunan, kawasan komersial dan wisata, serta berbagai aset pendukung lainnya. Seluruhnya terus ditata dan dikelola secara profesional guna menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat.

Dalam pengembangannya, PTPN I juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Namun, setiap kerja sama harus berorientasi pada penciptaan nilai tambah, memiliki kepastian hukum, dan dilaksanakan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Selain itu, perusahaan memperkuat digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan geospasial, sistem informasi aset, serta pemantauan berkala untuk meningkatkan akurasi data dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis.

“Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” kata Rivai.

Abdul Rivai menegaskan, optimalisasi aset merupakan investasi jangka panjang untuk membangun PTPN I yang sehat, modern, adaptif, dan berkelanjutan.

“Melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan, kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama yang menciptakan nilai tambah dan memperkuat masa depan perusahaan,” tutup Rivai. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!