27 C
Jakarta

Muhammadiyah Terbitkan Buku Keluarga dan Komunitas Ramah Lansia

Baca Juga:

SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Semarakkan Hari Guru Nasional

  SOLO, MENARA62.COM-  Dalam rangka Hari Guru Nasional, SMP Muhammadiyah 1 Surakarta menginstruksikan kepada segenap civitas akademika SMP Muhammadiyah 1 Surakarta baik guru, karyawan, peserta...

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah masih hangatnya polemik pembubaran Komisi Nasional (Komnas) lanjut usia (Lansia), Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan buku Keluarga dan Komunitas Ramah Lansia. Penerbitkan buku tersebut didukung oleh LAZISMU yang berasal dari penghimpunan dana zakat melalui program Muhammadiyah Senior Care.

Saat dimintai konfirmasi, Ibnu Tsani, Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah menyatakan, penerbitkan buku melibatkan beberapa penulis seperti Adhi Santika, Pegiat Isu Lansia – Anggota  Komnas  Lansia Periode 2008-2014, Wawan Gunawan Abdul Wahid, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Melalui penerbitan buku diharapkan bisa menjadi referensi bagi Majelis Pelayanan Sosial tingkat wilayah, daerah, cabang dan pengelola Amal Usaha Pelayanan Sosial Lansia yang dikelola oleh Muhammadiyah. Selain tentunya, membangkitkan kembali kesadaran teologis dan sosologis, bahwa birul walidain harus diaktulisasikan dengan pelayanan yang paripurna dan terukur.

“Layanan sosial terhadap Lansia yang dikelola oleh Muhammadiyah adalah cerminan bagaimana Muhammadiyah memperlakukan Lansia,” ujar Ibnu, Jumat (18/12/2020).

Buku yang terbitkan tersebut merupakan buku pedoman yang bersifat aplikatif bukan teoritis, bagaimana mewujudkan Lansia sejahtera, mandiri dan bermartabat. Strategi, program dan kegiatan yang dilakukan, tata cara pelaksanaan serta bagaimana pandangan Islam tentang perlindungan dan penghormatan terhadap Lansia.

Buku Keluarga dan Komunitas Ramah Lansia menurut Ibnu bisa diakses oleh publik.”Silahkan mengirimkan email melalui mps@muhammadiyah.id. Cantumkan, nama lengkap, nomor telfon, nama organisasi dan akun email. Subjek. Permohonan buku keluarga dan komunitas ramah Lansia. Buku yang akan dikirim melalui format PDF,” jelasnya.

Mewujudkan Lansia Sejahtera

Dihubungi terpisah, Sularno, Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah menambahkan, penerbitan buku merupakan aktualisasi cita-cita sekaligus komitmen jihad pelayanan sosial Muhammadiyah untuk mewujudkan Lansia sejahtera, mandiri dan bermartabat.

Pilihan pendekatan keluarga dan komunitas merujuk pada keputusan Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015, program bidang pelayanan sosial. Mengembangkan sistem pelayanan sosial  Muhammadiyah yang berfungsi sebagai community centre dan family centre  dengan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan hak-hak sosial ekonomi berbasis praksis al-Maun.

Keputusan tersebut diperkuat kembali melalui Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon tahun 2017. Peningkatan kapasitas layanan Lansia melalui pendekatan non panti asuhan.

“Problematika kesejahteraan sosial – spritual Lansia seperti benang kusut. Kita dihadapkan pada isu kemiskinan Lansia, penelantaran dan perlakuan salah, fenomena bunuh diri di kalangan Lansia.  Belum lagi masalah jaminan kesejahteraan di hari tua, semua itu perlu dicarikan solusi, pendekatan yang bisa ditempuh salah satunya melalui pelibatan keluarga dan komunitas,” ujar Sularno.

Menurutnya, negara ramah Lansia akan sulit terwujud apabila tidak ditopang oleh keluarga dan komunitas ramah Lansia. Dan yang terpenting, muncul kesadaran sosial, menjadi Lansia itu butuh persiapan, jangan sampai kita semua menjadi Lansia dalam keadaan miskin.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Semarakkan Hari Guru Nasional

  SOLO, MENARA62.COM-  Dalam rangka Hari Guru Nasional, SMP Muhammadiyah 1 Surakarta menginstruksikan kepada segenap civitas akademika SMP Muhammadiyah 1 Surakarta baik guru, karyawan, peserta...

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...