33.6 C
Jakarta

Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Teguhkan Perempuan Muda Berkemajuan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, forum permusyawaratan tertinggi organisasi perempuan muda Muhammadiyah ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi gerakan sekaligus merumuskan arah perjuangan menghadapi tantangan zaman.

 

Pembukaan Muktamar dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, jajaran pemerintah, tokoh Muhammadiyah-‘Aisyiyah, serta ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan Jawa Tengah sebagai tuan rumah Muktamar ke-15.

 

“Kami menyambut dan membuka pintu rumah kami selebar-lebarnya untuk seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah se-Indonesia,” ujarnya.

 

Monica mengungkapkan, sebanyak 875 peserta resmi mengikuti Muktamar yang berasal dari unsur pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang. Sementara pada seremoni pembukaan, sekitar 6.700 kader hadir memadati lokasi kegiatan sebagai wujud semangat kebersamaan organisasi.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa Muktamar bukan sekadar forum memilih kepemimpinan baru, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen gerakan perempuan muda Muhammadiyah.

 

Menurutnya, organisasi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan besar, mulai dari transformasi digital, perubahan dinamika keluarga, meningkatnya persoalan kesehatan mental generasi muda, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis iklim.

 

“Semua itu menuntut organisasi perempuan muda seperti Nasyiatul Aisyiyah untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu membaca zaman, beradaptasi, dan berinovasi untuk dakwah berkemajuan,” katanya.

 

Ariati menambahkan, Muktamar juga menjadi momentum refleksi agar setiap kebijakan dan program organisasi tetap berpijak pada misi menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, umat, bangsa, dan kemanusiaan.

 

“Muktamar adalah ruang untuk meneguhkan kembali niat. Tempat kami mengingat alasan mengapa organisasi ini didirikan,” ungkapnya.

 

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menilai tema Muktamar sangat relevan dengan agenda pembangunan nasional.

 

Ia menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta terwujudnya masyarakat yang adil, inklusif, dan berkemajuan.

 

“Pembangunan yang kita lakukan hari ini harus mampu menjamin keberlanjutan lingkungan, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkemajuan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh peserta menjadikan Muktamar sebagai forum musyawarah yang melahirkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi.

 

Menurut Haedar, tradisi musyawarah merupakan ruh gerakan Muhammadiyah yang harus terus dijaga dalam setiap Muktamar maupun forum organisasi otonom.

 

“Jadikan forum-forum Muktamar kita sungguh-sungguh untuk wasyawirhum fil amri. Itulah jiwa Muktamar-Muktamar kita yang berjalan baik,” pesannya.

 

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda utama penyampaian laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, pembahasan isu-isu strategis organisasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030.

 

Melalui Muktamar ini, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi perempuan muda Islam yang adaptif, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa serta peradaban yang berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!