32.7 C
Jakarta

Murid SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Empati di YPAC

Baca Juga:

SOLO  MENARA62.COM – Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti outing class ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi murid untuk belajar menumbuhkan empati, kepedulian sosial, sekaligus mensyukuri karunia Allah Swt.

 

Koordinator Tim Kelas IV SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Atit Nur Ariyanna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter murid. Melalui interaksi langsung dengan teman-teman di YPAC, murid diajak memahami sudut pandang orang lain dan membangun kepekaan terhadap lingkungan sosial.

 

“Terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar YPAC Surakarta. Kunjungan ini juga bagian dari silaturahmi supaya murid kami dapat memetik pelajaran berharga tentang cara memahami sudut pandang orang lain, menghindari prasangka, serta senantiasa memanjatkan rasa syukur atas karunia yang Allah Swt. berikan,” ujarnya.

 

Setibanya di YPAC, rombongan murid mengikuti doa bersama untuk memohon kelancaran dan keberkahan kegiatan. Suasana kemudian semakin hangat setelah Kepala Sekolah YPAC Solo, Jalaludin Khawarizmi, menyambut kedatangan para murid.

 

Dalam sambutannya, Jalaludin memperkenalkan dinamika kehidupan murid-murid YPAC kepada rombongan. Ia juga menceritakan berbagai aktivitas harian dan prestasi yang telah diraih murid YPAC, khususnya di bidang nonakademik dan kesenian.

 

Menurut Jalaludin, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkarya. Setiap individu memiliki keunikan dan potensi yang dapat dikembangkan untuk meraih prestasi sesuai dengan jalan masing-masing.

 

Pesan tersebut kemudian menemukan bentuknya dalam kegiatan mewarnai bersama. Murid SD Muhammadiyah PK Solo dan YPAC melebur dalam suasana penuh kegembiraan tanpa sekat.

 

Para murid SD Muhammadiyah PK tampak sigap meminjamkan alat mewarnai dan mendampingi teman-teman dari YPAC. Interaksi sederhana itu menjadi ruang untuk berkomunikasi, saling mengenal, sekaligus membangun persahabatan.

 

Salah seorang murid kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo, Genio Azzaheer Istiyawan, mengaku mendapat pengalaman berharga dari kunjungan tersebut.

 

“Ternyata berbagi itu tidak selalu berpatokan pada materi. Melalui perhatian, meluangkan waktu untuk mereka, serta berbagi fasilitas sudah membuat teman-teman di sini tersenyum lebar,” tuturnya.

 

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan kepada teman-teman YPAC. Pengalaman tersebut kemudian dibawa kembali ke sekolah untuk direfleksikan melalui lembar kerja peserta didik (LKPD).

 

Melalui refleksi itu, murid diajak memahami lebih dalam makna menghargai, berbagi, peduli, dan bersyukur. Dengan demikian, outing class tidak sekadar menjadi kegiatan belajar di luar kelas, tetapi juga menjadi pengalaman nyata dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial sejak dini. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!