30.8 C
Jakarta

Open Heart Surgery untuk Angkat Tumor dalam Rongga Jantung

Baca Juga:

Tumor atau gumpalan darah/ jaringan otot yang terdapat dalam rongga jantung (massa intrakardiak) dapat berbahaya. Bila ukurannya besar, maka berpotensi menghambat aliran darah di ruang-ruang jantung. Untuk mencegah komplikasi yang terjadi serta dapat meningkatkan harapan hidup penderita, maka perlu dilakukan operasi pengangkatan tumor.

Menurut dr. M. Arza Putra, Sp. BTKV.Subsp.JD(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular dari RSUI,  ada beberapa prosedur operasi jantung, antara lain open heart surgery. Dokter akan membuat sayatan di dada pasien untuk membuka tulang rusuk hingga menjangkau jantung. Kemudian menghubungkannya dengan mesin paru jantung (cardiopulmonary bypass). Fungsi mesin paru jantung ini, menggantikan fungsi kerja jantung sementara untuk mengalirkan sirkulasi tubuh. Setelah itu dokter akan mengangkat keluar tumor dari jantung. Setelah selesai jantung akan berdetak kembali secara normal.

“Operasi jantung terbuka ini memerlukan persiapan khusus, mulai dari peralatan maupun tim yang terlibat dengan keterampilan di bidangnya. Sebelum dilakukan operasi akan ada monitoring pasien dan tindakan pembiusan yang membutuhkan persiapan. Setiap tindakan operasi yang dilakukan memiliki risiko, namun dengan kerja sama tim multidisiplin dan peralatan yang memadai dapat membantu meminimalkan risiko,” ujar Arza Putra. Tim yang terlibat pada operasi ini, lanjutnya, antara lain dokter bedah toraks kardiak vaskular, dokter spesialis jantung, dokter anestesi, ahli perfusionis sebagai operator mesin paru jantung (cardiopulmonary bypass), dan tenaga perawat.

Sebelum operasi, pasien sudah menjalani serangkaian persiapan. Ini untuk mengetahui kemungkinan risiko terjadinya infeksi. Pasien melakukan pemeriksaan penunjang dan konsultasi dengan dokter spesialis lainnya, salah satunya dokter spesialis rehabilitas medik sebelum dan sesudah operasi.

“Karena operasi ini di area dada, terkadang pernapasan agak sedikit berkurang setelah operasi. Maka itu penting dilatih dulu dengan rehabilitasi fisik, disamping konsumsi obat-obatan dari dokter. Selain itu, pemeriksaan rutin 3-5 tahun juga perlu dilakukan untuk memastikan  tumor tidak muncul kembali.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!