SOLO, MENARA62.COM – Pemanfaatan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas semakin mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Inovasi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Penerapan tersebut terlihat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Dalam kegiatan belajar di kelas III, guru PAI, Dwi Jatmiko, memanfaatkan IFP untuk menyampaikan materi QS At-Tin tentang penciptaan manusia serta pentingnya iman dan amal saleh.
Dengan dukungan layar sentuh interaktif, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung melalui aktivitas visual dan digital. Mereka dapat menyentuh, menulis, hingga menggeser objek di layar, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup.
“Anak-anak lebih antusias belajar PAI dan Bahasa Arab karena materi disajikan secara visual dan interaktif,” ujar Jatmiko.
Penggunaan IFP juga memudahkan guru mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video, simulasi, hingga presentasi yang terintegrasi. Hal ini membuat pembelajaran lebih variatif dan tidak monoton.
Selain meningkatkan pemahaman materi, teknologi ini turut mendukung penanaman nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Penyajian materi yang menarik membuat siswa lebih mudah memahami sekaligus mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, siswa juga aktif memberikan ide terkait penggunaan fitur atau permainan edukatif di IFP, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih partisipatif.
Salah satu siswa kelas 3D, Arsakha Zakir Alghifari, mengaku pembelajaran dengan IFP membuatnya lebih mudah memahami materi. “Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan membantu menjawab soal PAI dan Bahasa Arab,” ungkapnya.
Dengan integrasi teknologi seperti IFP, pembelajaran PAI kini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna bagi siswa. (*)

