25.6 C
Jakarta

Pandemi Covid-19 Renggut Nyawa 115 Dokter, Buya Syafii: Batin Saya Menjerit!

Must read

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

JAKARTA, MENARA62.COM – Ratusan dokter dan tenaga medis lainnya terus berguguran akibat wabah Covid-19 di Tanah Air. Hingga Ahad pagi (13/9/2020) jumlah dokter yang gugur di medan perang melawan Covid-19, sesuai data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) berjumlah 115 dokter, baik dokter umum maupun spesialis. Terbanyak ada di Jawa Timur mencapai 29 orang.

Kondisi tersebut membuat Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah prihatin.

“Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula,” kata Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii dalam cuitannya melalui akun Twitter-nya, @SerambiBuya.

Karena itu, Buya Syafii meminta agar presiden segera memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Agus Terawan dan jajarannya untuk melakukan usaha-usaha yang lebih maksimal guna menolong nyawa para dokter ini.

“Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini.”

Sebab jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan.

“Terima kasih Pak Presiden,” tulis Buya Syafii..

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

Gudeg Yu Brindil, Melekatkan Pakem Jogja ke Lidah Orang Jakarta

PRADYNA Paramita yang akrab disapa Mitha bukan berdarah Yogyakarta. Tetapi naluri bisnisnya untuk mengangkat makanan lokal tradisional membawanya untuk mengesplorasi gudeg. Makanan khas Yogyakarta...