25.6 C
Jakarta

Paparan Radioaktif di Batan Indah Bukan Bersumber dari Reaktor Nuklir

Must read

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

TANGERANG SELATAN, MENARA62.COM – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memastikan bahwa paparan radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah bukan berasal dari reaktor nuklir. Alasannya, area terpapar hanya di lokasi terbatas.

“Bila ada kebocoran dari reaktor, tak mungkin hanya berada di lokasi ini,” kata Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BATAN Heru Umbara, Sabtu (15/2/2020).

Di sela pengecekan lapangan, Heru memastikan bahwa paparan radioaktif juga tidak ditemukan pada air di perumahan tersebut. Tim investigasi hanya menemukan paparan di bawah tanah.

Diakui Heru, BATAN memang memiliki cerobong reaktor nuklir. Namun karena paparan radioaktif di Batan Indah ditemukan di bawah tanah, maka dipastikan itu bukan berasal dari cerobong reaktor nuklir.

“Biasanya kita punya cerobong ke atas ikut ke atmosfer ke mana-mana, artinya kontaminasi, kalau itu terjadi sekitarnya semuanya akan terkena. Jadi ini dan dari hasil yang sementara yang sudah kita peroleh memang adanya di bawah tanah,” ujarnya dikutip dari detik.com.

Oleh karena itu bila terjadi kebocoran reaktor nuklir maka daerah yang terkontaminasi adalah permukaan tanah. Heru menjelaskan radioaktif tak berasal dari reaktor nuklir.

“Jadi, kalau kita kan bocor di permukaan, artinya seluruh daerah sini kalau misalnya bocor gitu, daerah sini yang terkena. Tapi ini bukan (reaktor bocor), saya berani memastikan bahwa ini bukan dari aktifitas pengoperasian reaktor yang ada di Serpong,” tegasnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...