SOLO, MENARA62.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta resmi melakukan soft launching platform Jaringan Ekonomi Syariah Kota Surakarta (JESKU) melalui situs www.jesku.id, Rabu (13/5/2026), di Ballroom Hebat BPRS Dana Amanah Surakarta.
Peluncuran platform tersebut menjadi langkah strategis MUI Surakarta dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip bebas riba.
Ketua MUI Kota Surakarta, KH Drs Imam Suhadi, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa aspek ekonomi memiliki posisi sangat penting dalam ajaran Islam. Menurutnya, ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas muamalah atau interaksi sosial-ekonomi jumlahnya jauh lebih banyak dibanding ayat yang berkaitan dengan ibadah ritual.
“Fokus utama setelah taubat kepada Allah adalah aspek ekonomi, karena ekonomi menjadi pondasi penting dalam kemajuan umat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa berbagai konflik dunia, termasuk yang terjadi di Palestina, tidak lepas dari persoalan ekonomi. Karena itu, penguatan ekonomi umat Islam dinilai menjadi kunci penting dalam membangun kemandirian dan kehormatan umat di tingkat global.
“Jika ekonomi umat Islam kuat, maka posisi umat juga akan menjadi kuat dan dihormati,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Suhadi mengutip konsep “Kiwamul Bilad bi Arbaah”, yakni empat pilar utama penyangga kekuatan organisasi dan ekonomi umat.
Empat pilar tersebut meliputi Biilmil Ulama atau ilmu para ulama, Wabiil Umar yakni dukungan pemerintah dan pemimpin, Wabodqil Agnia berupa dukungan para donatur dan ahli ekonomi, serta Wakil Fuqar yakni doa dan dukungan moral dari masyarakat bawah.
Menurutnya, sinergi empat elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.
“Kalau empat unsur ini berjalan bersama, organisasi dan program ekonomi umat akan semakin kuat,” katanya.
Ia menambahkan, Surakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena didukung banyak pelaku usaha, akademisi, ulama ekonomi, serta jaringan masyarakat yang luas.
Melalui platform JESKU, MUI Surakarta berharap lahir ruang kolaborasi yang mampu memperkuat jaringan ekonomi umat, mempertemukan pelaku usaha syariah, dan mendorong pengembangan ekonomi berbasis keberkahan.
Imam Suhadi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut dan berharap JESKU dapat menjadi sarana penguatan ekonomi Islam yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Harapan kami, program ini berjalan sukses, membawa keberkahan, dan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya.
Soft launching JESKU turut dihadiri tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, serta sejumlah penggerak ekonomi syariah di Kota Surakarta. Platform ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat gerakan ekonomi umat yang modern, kolaboratif, dan bebas riba. (*)
