32.7 C
Jakarta

PCIA Malaysia Wujudkan Asa Pendidikan Anak Sanggar Bimbingan

Baca Juga:

MALAYSIA, MENARA62.COM – Komitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia terus diperkuat melalui Program Orang Tua Asuh yang diinisiasi Majelis Pendidikan dan Kesehatan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia. Program ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia.

 

Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi Majelis Pendidikan dan Kesehatan PCIA Malaysia, Majelis Kesejahteraan Sosial PCIA Malaysia, Tim Pengelola Orang Tua Asuh, serta Lazismu Malaysia. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas dukungan bagi anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di negeri jiran.

 

Program Orang Tua Asuh mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah donatur, baik dari lingkungan internal PCIA Malaysia maupun para simpatisan, turut bergabung untuk mendukung pendidikan anak-anak melalui skema donasi yang sederhana dan berkelanjutan.

 

Setiap donatur dapat berpartisipasi dengan komitmen minimal RM10 per bulan selama enam bulan, tanpa batas maksimal. Skema ini dirancang agar semakin banyak masyarakat dapat mengambil bagian dalam gerakan kepedulian terhadap pendidikan.

 

Berkat dukungan para donatur, hingga saat ini sembilan anak Sanggar Bimbingan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia telah menerima bantuan pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah sehingga mereka dapat belajar dengan lebih tenang.

 

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di sela-sela kegiatan pembelajaran dan pelatihan baca, tulis, dan hitung (Calistung) di Rumah Hamka Malaysia pada Juli 2026.

 

Bantuan diserahkan oleh Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Handayani, Wakil Ketua PCIM Malaysia Dr. Zeldi Suryady, serta Ketua Lazismu Malaysia Ust. Abdul Latif, Lc. Sementara bantuan bagi anak-anak yang berhalangan hadir diterima oleh pengelola dan guru Sanggar Bimbingan.

 

Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Handayani, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus diperjuangkan bersama.

 

“Setiap anak berhak bermimpi, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk mewujudkannya,” ujarnya.

 

Menurut Dini, Program Orang Tua Asuh membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.

 

“Sedikit yang kita sisihkan hari ini mungkin terasa kecil bagi kita, namun dapat menjadi harapan besar bagi mereka untuk terus belajar, bersekolah, dan menggapai cita-citanya,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan dan Kesehatan PCIA Malaysia, Nurul Octovia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya melalui program tersebut.

 

Ia berharap setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang membawa manfaat berkelanjutan bagi para penerima.

 

“Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita, melapangkan rezeki, dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.

 

Nurul menambahkan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi masa depan anak-anak.

 

“Mungkin bagi kita ini hanya sedikit, tetapi bagi mereka, inilah awal dari sebuah masa depan,” ungkapnya.

 

Melalui kolaborasi antara PCIA Malaysia, Majelis Pendidikan dan Kesehatan, Majelis Kesejahteraan Sosial, Lazismu Malaysia, Tim Pengelola Orang Tua Asuh, serta para donatur, program ini diharapkan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak anak Sanggar Bimbingan.

 

Program Orang Tua Asuh menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Setiap ringgit yang disalurkan bukan sekadar bantuan biaya sekolah, melainkan investasi sosial yang menumbuhkan harapan, menguatkan mimpi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. (Nita Nasyitah)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!