25.6 C
Jakarta

PCM Sleman Gelar Kegiatan Penguatan bagi Calon Kepala Sekolah di Lingkup Muhammadiyah

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

SLEMAN, MENARA62.COM – Jabatan Kepala Sekolah (KS), ternyata tidak selalu diminati. Bahkan bagi sebagian orang menjadi KS adalah sebuah beban berat yang harus dipikulnya, sehingga memilih menghindari.

Padahal sisi positif (keuntungan) menjadi KS, cukup banyak. Di antaranya bisa mengikuti peningkatan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Meski jumlahnya terbatas, tetapi karena jumlah KS juga lebih sedikit dibanding guru, maka peluang mengikuti program peningkatan jenjang pendidikan menjadi lebih besar.

Selain itu, sebagai KS, informasi yang diperoleh tentu lebih tahu awal, dibanding jika kita menjadi guru pada umumnya.

“Mengapa ada semacam ketakutan atau kekawatiran, ketika menjadi KS, takut jatuh miskin atau karir sudah tidak bisa berkembang? Justru dengan menjadi KS, karir kita akan bisa lebih berkembang,” kata Agus Nuruddin, Ketua PCM Sleman, ketika memberikan motivasi kepada beberapa calon KS SD Muhammadiyah Mantaran Sleman, Rabu (4/8/2020).

Sedangkan dari Majelis Dikdasmen PCM Sleman, Ashari menambahkan, sesungguhnya beban KS yang nampak berat, karena mempunyai tanggungjawab untuk memajukan sekolah dapat dibagi habis kepada staff, guru dan karyawan.

“Sehingga sebagai KS, layaknya seorang manajer di perusahaan, dapat membangi tugas-tugas strategis itu kepada staf dan guru-nya. Tapi itu, memang beban KS akan menjadi berat,” tandas Ashari.

Agus Nuruddin didampingi oleh Moh Thontowi, SPd, KS SD Muhammadiyah Sleman memberikan gambaran atau diskripsi, orang yang hidupnya bisa memberikan kontribusi banyak dalam kehidupan, memberi manfaat kepada masyarakat sekitar, maka meskipun dia sudah meninggal, namun namanya akan tetap dikenang sepanjang lama. “Itu yang diartinya berumur panjang,” terang Agus Nuruddin.

Sementara itu, Tanthowi, menjelaskan segara rigit kekuatan atau modal yang sudah dimiliki oleh SDM Mantaran, diantaranya memiliki gukar 21 orang dengan jumlah rombel 12. Tingkat sosial ekonomi orang tuanya, menengah sedikit keatas.

“Ini menjadi modal bagi KS baru nanti untuk bisa mengembangkan SDM Mantaran,” sambung Tanthowi.

Kegiatan penguatan calon KS tersebut diikuti puluhan calon KS SDM Mantaran. Mereka adalah guru-guru yang secara administratif memenuhi syarat untuk maju menjadi kandidat KS, hanya belum mempunyai nyali.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...