25.6 C
Jakarta

Per Februari, 33 Ribu Lebih Kapal Nelayan Telah Disertifikasi

Must read

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...
JAKARTA, MENARA62.COM — Dalam upaya pemenuhan aspek kelaiklautan kapal dan keselamatan khususnya bagi kapal penangkap ikan/nelayan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen untuk melakukan percepatan sertifikasi atau pengukuran kapal penangkap ikan. 
 
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan, jumlah kapal penangkap ikan yang sudah disertifikasi Kementerian Perhubungan terus bertambah. 
 
“Akhir Januari 2019, jumlah kapal penangkap ikan kurang  dari 7 GT yang sudah disertifikasi pas kecil sebanyak 30.529 kapal. Per 20 Februari kemarin jumlah kapal yang disertifikasi pas kecil sudah bertambah mencapai 33.052 kapal,” kata Hengki di Jakarta (21/2/2019).
 
Hengki merinci, dari 33.052 kapal tersebut, sebanyak 19.694 kapal berada di Pulau Jawa, sementara sebanyak 13.338 kapal berada di luar Pulau Jawa.
 
Selain sertifikasi kapal, Kementerian Perhubungan juga melakukan sertifikasi terhadap para nelayan dengan menerbitkan buku pelaut sebagai salah satu dokumen yang wajib dimiliki pelaut. Dijelaskan Hengki, saat ini buku pelaut yang telah diterbitkan Kementerian Perhubungan jumlahnya juga terus meningkat.
 
“Kami mencatat total nelayan tersertifikasi per 20 Februari 2019 kemarin jumlahnya telah mencapai 232.414, termasuk yang sertifikasinya dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan,” jelasnya.
 
Hengki menjelaskan, bahwa capaian-capaian tersebut ini adalah wujud komitmen Kementerian Perhubungan untuk membantu mempermudah dan mempercepat perizinan agar para nelayan dapat melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan memenuhi aspek keselamatan. Ini juga merupakan tindaklanjut arahan Menteri Perhubungan yang telah memerintahkan Ditjen Perhubungan Laut untuk ‘jemput bola’ melakukan kegiatan pengukuran kapal ke pelabuhan-pelabuhan perikanan di daerah. 
 
Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menyelesaikan pembahasan draft perjanjian kerjasama tentang pelayanan status hukum kapal penangkap ikan dan kepelautan. Selain itu, kedua Kementerian ini juga akan melakukan pertukaran data kapal untuk mencegah terjadinya duplikasi data kapal. (GD)
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peringati Maulid Nabi, Presiden Ingatkan Masyarakat Harus Teladani Sifat Rosulullah

JAKARTA, MENARA62.COM- Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diperingati di tengah badai pandemi yang melanda seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh dimensi...

BMN 2020, BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Era New Normal

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN). Tahun ini, kegiatan BMN mengambil tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk...

Potret Perayaan Maulid Nabi di salah satu Desa di Indonesia

PAMEKASAN, MENARA62.COM -- Potret perayaan Maulid Nabi di salah satu musala di Desa Waru Timur, Pamekasan, Madura pada Rabu malam (28/10/2020).

Lolonyo Chicken Katsu, Brand Milenial yang Bikin Nagih!

MAU  mencecap gurihnya chicken katsu? Ada baiknya coba Lolonyo chicken katsu. Brand milenial yang belum lama diluncurkan tersebut dapat menjadi pilihan yang tepat untuk...

Gudeg Yu Brindil, Melekatkan Pakem Jogja ke Lidah Orang Jakarta

PRADYNA Paramita yang akrab disapa Mitha bukan berdarah Yogyakarta. Tetapi naluri bisnisnya untuk mengangkat makanan lokal tradisional membawanya untuk mengesplorasi gudeg. Makanan khas Yogyakarta...