29.4 C
Jakarta

Pesanan Sapi Kurban Lembu Kandang Ndeso Melonjak

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, peternak sapi di Lembu Kandang Ndeso, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan hewan kurban dari berbagai daerah. Permintaan sapi kurban tahun ini meningkat signifikan hingga 20–30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pesanan datang dari berbagai wilayah seperti Solo Raya, Semarang, hingga Jakarta. Tingginya permintaan membuat aktivitas di kandang semakin sibuk untuk menyiapkan sapi siap jual bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban.

Pengelola Lembu Kandang Ndeso, Ari Kuswanto, mengatakan pihaknya tidak hanya menyediakan sapi siap kurban, tetapi juga mengembangkan sistem bakalan sapi, sistem gadhoh, hingga panen sapi siap jual.

“Momentum Idul Adha selalu menjadi masa paling ramai bagi kami. Permintaan tahun ini meningkat cukup tinggi dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Meningkatnya permintaan turut berdampak pada kenaikan harga sapi di pasaran. Salah satu penyebab utama ialah melonjaknya biaya pakan ternak. Harga rumput tambahan, konsentrat, hingga vitamin ternak dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan.

Kondisi tersebut membuat biaya pemeliharaan sapi semakin tinggi sehingga peternak harus menyesuaikan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan.

Selain faktor pakan, stok sapi siap jual di tingkat peternak juga mulai menipis. Banyak sapi telah dipesan jauh hari sebelum Idul Adha sehingga persediaan ternak semakin terbatas. Ketidakseimbangan antara tingginya permintaan dan stok yang terbatas membuat harga sapi terus mengalami kenaikan.

Di sisi lain, sejumlah peternak mandiri masih dihantui trauma akibat serangan penyakit ternak beberapa tahun terakhir seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Kondisi tersebut membuat sebagian peternak memilih mengurangi jumlah ternak peliharaan mereka.

“Peternak masih khawatir jika wabah serupa kembali terjadi. Ditambah harga pakan yang terus naik dan pasar yang belum stabil,” kata peternak lainnya, Adi Saputra.

Sementara itu, pakar technopreneurship sekaligus Ketua Pusat Studi Inkubator Wirausaha dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof Dr Ir Suranto ST MM MSi, menilai meningkatnya permintaan sapi kurban dipengaruhi beberapa faktor.

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban masyarakat terus meningkat setiap tahun. Banyak masyarakat, masjid, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial membeli sapi jauh sebelum Idul Adha tiba.

Selain itu, tingginya permintaan dari luar daerah juga membuat kebutuhan sapi meningkat tajam. Pembeli tidak hanya berasal dari Solo Raya, tetapi juga dari Semarang, Jakarta, dan sejumlah kota besar lainnya.

“Banyak kelompok masyarakat maupun instansi memilih sapi karena lebih praktis untuk kurban bersama. Satu ekor sapi dapat digunakan untuk tujuh orang peserta kurban sehingga lebih efisien dan ekonomis,” jelas Prof Suranto.

Ia menambahkan, Lembu Kandang Ndeso sebaiknya terus mengembangkan sistem kemitraan dan jaringan peternak melalui pola plasma yang saling menguntungkan. Model tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.

Meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha ini menjadi peluang besar bagi peternak untuk mengembangkan usaha ternaknya sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga di pedesaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!