30.2 C
Jakarta

Peringati Tahun Baru Islam 1443 H, Jajaran Pimpinan Unkris Gelar Tasyakuran

Baca Juga:

BEKASI, MENARA62.COM – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, jajaran pimpinan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar tasyakuran, Selasa (10/8/2021). Kegiatan yang berlangsung di ruang Rektorat Kampus Unkris tersebut dihadiri Rektor, para Wakil Rektor, seluruh Dekan, Ketua Lembaga dan Kepala Bagian serta perwakilan keamanan.

Kegiatan yang digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari memaknai tahun baru Islam agar semakin menjadi insan yang penuh syukur dan ikhlas.

Rektor Unkris, Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini sengaja dilakukan, untuk memupuk semangat kebersamaan diantara jajaran pimpinan Unkris pada era pandemi yang belum kunjung berhenti.

“Pandemi Covid-19 adalah sunatullah, menjadi kehendak-Nya. Maka menjadi kewajiban kita semua untuk tetap bersabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Kita harus tetap berhuznudzon kepada Allah, berpikir positif bahwa di balik musibah ada banyak hal yang bisa kita petik pelajarnnya,” kata Rektor.

Meski pandemi telah membatasi gerak di ruang publik, menurut Rektor, kita semua harus tetap berkarya. Melakukan karya tidak harus yang besar. Sebuah karya kecil jika dilakukan dengan konsisten juga dapat menghasilkan karya yang luar biasa.

Dalam acara tasyakuran tersebut, tampil Dr. Abdullah Fathoni ,SE, MM yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi Unkris untuk berbagi ilmu dan menyampaikan tausyiah memaknai pergantian tahun baru hijriyah.

Dalam materinya, Fathoni mengatakan ada tiga makna yang bisa dipetik dari peringatan tahun baru hijriyah. Hijriyah atau hijrah dapat dimaknai sebagai peristiwa perpindahan dari satu tempat ketempat yang lain. Akan tetapi secara mendalam lagi dapat dimaknai sebagai perpindahan dari tempat gelap ke tempat yang terang, yang dalam istilah RA KARTINI dikenal sebagai habis gelap terbitlah terang. Yang dalam bahasa Al Quran minadzulumati Ilan nur.

“Oleh marilah kita semua yang hadir pada majelis ilmu kali ini, untuk bersama-sama memperbaiki diri  dan instropeksi diri menuju kehidupan yang lebih baik, yaitu kehidupan di lingkungan keluarga dan kehidupan di lembaga Unkris,” katanya.

Makna kedua adalah bahwa hijriyah berarti membentuk sikap mental untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, berterimakasih kepada kedua orang tua kita dan berterimakasih kepada UNKRIS yang telah memberikan lapangan pekerjaan. Untuk itu segenap dosen dan karyawan Unkris harus meningkatkan kinerja dan terus memotivasi diri dengan bekerja lebih baik lagi, serta tidak melakukan korupsi, baik korupsi uang atau korupsi waktu.

“Sebagai bentuk rasa terimakasih kita pada Unkris, marilah kita bersama-sama membangun branding, nama baik Unkris, sehingga semakin banyak masyarakat yang menitipkan putra putrinya menuntut ilmu di kampus Unkris. Rasa terimakasih  kita pada Unkris harus kita implementasikan melalui langkah nyata yaitu etos kerja yang baik untuk Unkris,” lanjutnya.

Sedang makna ketiga adalah bahwa hijriyah merupakan bentuk introspeksi diri, baik yang mengakut hubungan kita dengan Allah maupun hubungan kita dengan manusia. “Ini adapat dimulai dari kewajiban sholat 5 waktu dan lainnya, tanggung jawab kita pada profesi dosen atau karyawan Unkris, serta tanggung jawab kita pada keluarga,” tukas Fathoni.

Menurutnya introspeksi adalah sarana kita untuk memperbaiki diri menuju yang lebih baik dengan satu tujuan yaitu mencari bekal menghadapi kematian.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!