25.2 C
Jakarta

Perkuat Kolaborasi Internasional, Unismuh Hadirkan Guru Besar University of Newfoundland, Kanada

Baca Juga:

Makassar – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional dengan menggelar kuliah umum bersama Prof. Cyr Couturier, seorang pakar kelautan terkemuka dari Marine Institute of Memorial University of Newfoundland, Kanada. Acara ini berlangsung pada Kamis, 30 Mei 2024, di Ruang Rapat Senat Lantai 17 Gedung Rektorat Unismuh.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof Cyr membagikan pengetahuan dan wawasannya mengenai kebijakan dan keberlanjutan dalam bidang pertanian dan pangan. Ia menyoroti pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, serta dampak positif yang dapat dihasilkan melalui praktik-praktik terbaik di bidang tersebut.

Dalam presentasinya, Prof Cyr juga memaparkan tentang Centre for Fisheries Ecosystems Research (CFER) di Marine Institute, Memorial University of Newfoundland.

CFER memiliki beberapa fokus utama, antara lain melakukan ilmu ekosistem perikanan, meningkatkan kapasitas penelitian, meningkatkan akses ke kapal penelitian, dan berkolaborasi dengan ilmuwan perikanan nasional dan internasional.

Pusat Studi Ekosistem Perikanan ini terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan ekosistem perikanan melalui kolaborasi ilmiah dan pengembangan kapasitas penelitian yang berkelanjutan.

Kolaborasi Internasional

Ketua Lembaga Pengembangan Bahasa, Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (LPBKUI) Unismuh Maharida M.Pd, mengungkapkan bahwa kehadiran Prof. Cyr tidak hanya sekadar memberikan ceramah, tetapi juga menandai dua tahun kerja sama yang telah terjalin antara Unismuh dan Marine Institute of Memorial University of Newfoundland.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan di bidang kelautan, perikanan, dan pertanian melalui pertukaran pengetahuan, program pelatihan, dan kolaborasi riset.

“Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para akademisi dan peneliti Unismuh untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian internasional yang lebih luas dan berdampak besar,” ungkap Maharida.

Wakil Rektor I Unismuh, Dr Abd Rakhim Nanda, dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa kuliah tamu ini dapat menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan internasional dan membuka peluang baru bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

“Kerja sama dengan institusi internasional seperti Marine Institute of Memorial University of Newfoundland sangat penting bagi Unismuh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian kita. Semoga ke depan, kita dapat melanjutkan dan memperluas kolaborasi ini untuk manfaat yang lebih besar bagi kedua belah pihak,” ujar Rakhim Nanda.

Kuliah umum ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika Unismuh untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi pada peningkatan kualitas penelitian dan pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang kelautan, perikanan, hingga kesehatan.

Sesi diskusi berlangsung alot, dosen dari bidang perikanan, kedokteran hingga administrasi publik siap berkolaborasi dalam riset lintas disiplin di wilayah pesisir.

Turut hadir dalam kuliah tamu ini, Wakil Rektor IV Dr. Mawardi Pewangi, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof. Suryani As’ad, Dekan Fakults Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta para Wakil Dekan I FKIK dan Fakultas Pertanian (FAPERTA), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran (LP3M), dan para Ketua Program Studi di FKIK, FAPERTA, serta Kaprodi Magister Administrasi Publik.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!