SOLO, MENARA62.COM — Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal penting bagi keberlangsungan sekolah. Hal itu tercermin dari penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang dilaporkan telah terisi penuh hingga tahun ajaran 2030/2031.
Capaian tersebut disampaikan Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, dalam presentasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepala sekolah pada Rapat Kerja Sekolah Sentral Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Jumat-Sabtu (7-8/8/2026).
Rapat kerja yang berlangsung di BBGTK Jawa Tengah tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyampaian pertanggungjawaban kepala sekolah mengenai perkembangan sekolah, termasuk capaian program dan strategi pengembangan pendidikan.
Sri Sayekti mengatakan, PPDB SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah terisi penuh sejak 2025 hingga 2026. Bahkan, kepercayaan masyarakat terus terlihat dari tingginya minat pendaftaran untuk tahun-tahun berikutnya.
“Alhamdulillah, PPDB SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sudah terisi sampai dengan tahun 2030-2031,” ujar Sri Sayekti.
Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
Sri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Muhammadiyah 1 Ketelan.
“Ini berkat kerja keras seluruh tim SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada putra-putri Bapak Ibu semuanya,” katanya.
Smart Classroom Jadi Strategi Pembelajaran
Sri menjelaskan, salah satu faktor yang turut membangun kepercayaan masyarakat adalah pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah.
SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengembangkan kelas virtual yang dipersiapkan menuju konsep smart classroom dan open class.
Melalui konsep tersebut, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang menekankan proses belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Pelayanan pembelajaran kepada siswa menggunakan deep learning dan aktivitas learning yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi anak-anak,” ujar Sri.
Menurut dia, inovasi pembelajaran tersebut didukung kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua siswa.
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan digitalisasi sekolah untuk mendukung proses pembelajaran maupun pelayanan pendidikan.
LPJ Kepala Sekolah Jadi Bagian Evaluasi
Presentasi LPJ kepala sekolah menjadi salah satu agenda dalam Rapat Kerja Sekolah Sentral Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta.
Forum tersebut menjadi ruang bagi sekolah-sekolah untuk menyampaikan capaian, mengevaluasi program, sekaligus merumuskan langkah pengembangan pendidikan ke depan.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan, capaian PPDB hingga 2030/2031 menjadi indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan sekolah.
Namun, tingginya kepercayaan tersebut juga menjadi tantangan bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas layanan dan melakukan inovasi.
Sri mengatakan, SD Muhammadiyah 1 Ketelan akan terus berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat dan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
“SD Muhammadiyah 1 tetap akan menjadi sekolah yang dipercaya dan menjadi sekolah unggulan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.
Rapat kerja tersebut sekaligus menegaskan pentingnya tata kelola sekolah yang transparan, evaluatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Presentasi LPJ kepala sekolah tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga menjadi bahan refleksi untuk memastikan program pendidikan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan orang tua, digitalisasi, inovasi pembelajaran, dan kerja sama seluruh warga sekolah, SD Muhammadiyah 1 Ketelan berupaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menyiapkan pembelajaran yang relevan bagi generasi mendatang. (*)

