33.5 C
Jakarta

Presiden: Pemerintah Tidak Akan Hentikan Tunjangan Profesi Guru

Baca Juga:

BEKASI, MENARA62.COMPresiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan tunjangan profesi guru. Hal tersebut disampaikan Presiden dihadapan sekitar 38 ribu guru yang hadir di Stadion Patriot, Bekasi dalam rangka Puncak Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017, Sabtu (02/12/2017).

“Pertama, sejak awal saya sampaikan berkomitmen menjalankan Undang-Undang Guru dan Dosen dengan baik, mendorong sertifikasi dan tidak pernah akan menghentikan tunjangan profesi,” tegas Presiden yang disambut tempuk gemuruh para guru.

Peningkatan mutu guru jelas Presiden, harus dibarengi dengan kesejahteraan yang sesuai kemampuan negara. Karenanya,  tunjangan guru harus dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah.

“Awas, hati-hati. Saya akan cek, kontrol, saya tidak ingin mendengar proses pencairan dan keterlambatan tunjangan profesi. Ini komitmen saya sebagai bentuk penghargaan kepada guru,” lanjut Kepala Negara.

Selanjutnya Presiden menegaskan bahwa tugas guru adalah mendidik siswa sebaik mungkin. Karenanya sudah seharusnya waktu guru lebih banyak bersama siswa agar kualitas pendidikan terjaga.

“Kenaikan pangkat, sertifikat, pencairan tunjangan, dan lainnya seharusnya dan harus dapat disederhanakan. Jangan lagi ruwet , bulet, semua harus sederhana. Ini saya titip kepada Mendikbud, Menpan, Gubernur, bupati, walikota,” katanya.

Presiden mengakui saat ini benar negara sedang membangun infrastruktur. Tetapi kekurangan guru akan diisi secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah. Guru yang telah mengabdi lama sepanjang memiliki kualifikasi dan kompetensi akan diberikan kesempatan terlebih dahulu.

Sedangkan guru 3T, jelas Jokowi, harus diberikan prioritas. Pemerintah tidak akan meninggalkan guru yang telah mengabdi dengan gigih. Kita harus sabar dan membantu bersama membangun negeri.

“Saya minta pihak terlibat melakukan koordinasi utk pengisian kekurangan guru bisa dilaksanakan dengan baik tanpa meninggalkan kesempatan guru tidak tetap,” papar Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa negara tetangga terlebih dahulu maju daripada Indonesia. fakta tersebut harus disadari bersama utamanya elemen pendidikan.

“Saya minta abdi negara untuk  mengurus negara dengan benar dan berkomitmen dengan baik mendidik anak kita sebagai generasi penerus bangsa kita,” tutup Presiden.

Usai memberikan sambutan, Presiden tak lupa membagikan sejumlah sepeda kepada para guru yang bisa menjawab pertanyaan. Selain itu sebelum meninggalkan lokasi upacara, Presiden didampingi Ketua Umum PGRI Unifah Rasyidi dan Mendikbud Muhadjir Effendy berkeliling menyapa dan menyalami para guru.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!