MANOKWARI, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca-Baitul Arqam. Memasuki pekan ketiga pelaksanaan RTL, seluruh peserta didorong menyelesaikan program hingga tuntas sebagai bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan.
Rektor UMPB, Hawa Hasan, menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan kader Muhammadiyah yang berlangsung dalam jangka panjang.
“Baitul Arqam tidak berhenti setelah kegiatan inti selesai. Masa pelaksanaannya berlangsung hingga enam bulan ke depan. Seluruh peserta wajib menuntaskan program RTL sebagai syarat memperoleh Syahadat resmi dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujar Hawa Hasan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).
Baitul Arqam UMPB sendiri telah memasuki tahap lanjutan setelah pelaksanaan kegiatan inti selama tiga hari dua malam pada 17–19 Juli 2026. Pada fase RTL, peserta diarahkan untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh ke dalam aktivitas nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menurut Hawa, keberhasilan program kaderisasi tidak hanya diukur dari kehadiran peserta selama pelatihan, tetapi juga dari konsistensi mereka dalam menerapkan nilai-nilai kepemimpinan, keislaman, dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari.
“RTL menjadi tolok ukur sejauh mana materi yang telah dipelajari mampu diwujudkan menjadi aksi nyata, baik di lingkungan akademik maupun dalam pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Hawa juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang terus memberikan pendampingan intensif selama proses perkaderan berlangsung.
Menurutnya, pendampingan tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Baitul Arqam sekaligus memastikan kurikulum kaderisasi tetap sesuai dengan standar Muhammadiyah dan relevan dengan kondisi masyarakat Papua Barat.
Sebagai bentuk komitmen memperluas pembinaan kader, UMPB berencana menjadikan Baitul Arqam sebagai program rutin setiap tahun. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi sekaligus melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Selain itu, program ini juga diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan syiar dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan berkemajuan di Tanah Papua.
Melalui pelaksanaan RTL yang berkesinambungan, UMPB berharap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga tercermin dalam kepemimpinan, budaya akademik, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat. (BS)

