27.5 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Transformasi Sekolah Mandiri

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat langkah menjadi sekolah unggul berbasis transformasi mandiri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang digelar di Hotel Red Chilies, Solo, Rabu (8/7/2026).

 

Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Mohamad Ali, mengatakan SD Muhammadiyah 1 Solo telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam satu dekade terakhir melalui proses transformasi kelembagaan yang berhasil menjadikan sekolah semakin mandiri dan diminati masyarakat.

 

“Selamat kepada guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Kota Surakarta yang sedang melaksanakan rapat kerja. Semoga mampu menghasilkan rencana kerja yang visioner sekaligus realistis untuk membawa sekolah semakin maju,” ujar Ali.

 

Menurutnya, sekolah yang berdiri sejak 1935 itu berhasil melewati fase penting dari sekolah yang sebelumnya banyak bergantung pada aparatur sipil negara (ASN) menjadi sekolah yang sepenuhnya dikelola oleh kader Persyarikatan Muhammadiyah.

 

“Selama 10 tahun terakhir kepala sekolah bukan lagi PNS, begitu pula seluruh guru merupakan guru Muhammadiyah. Ini menjadi contoh bahwa transformasi menuju sekolah mandiri dapat diwujudkan dengan perencanaan yang baik dan keberanian membangun sekolah secara profesional,” katanya.

 

Ali menilai keberhasilan tersebut layak menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya dalam membangun kemandirian, meningkatkan mutu layanan, sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan dunia pendidikan.

 

SD Muhammadiyah 1 Solo mengusung visi mewujudkan peserta didik berkemajuan yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan global, serta peduli terhadap lingkungan.

 

Dalam kesempatan yang sama, narasumber Sri Sayekti menegaskan bahwa keunggulan sekolah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga pola pikir seluruh sumber daya manusia di dalamnya.

 

“Sekolah tidak akan menjadi unggul apabila guru maupun karyawannya masih memiliki fixed mindset,” ujarnya.

 

Ia memaparkan tujuh kunci sukses membangun sekolah unggul melalui transformasi mandiri, yakni manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran serta promosi, dan manajemen doa.

 

Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi fondasi utama keberhasilan sekolah.

 

“Kesuksesan itu 95 persen ditentukan oleh mindset dan hanya 5 persen strategi. Banyak orang justru membalik komposisinya,” ungkapnya.

 

Sri Sayekti juga mendorong seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas diri, mengubah perilaku menjadi lebih profesional, serta menanamkan loyalitas terhadap lembaga.

 

“Loyalitas melahirkan royalitas atau kesejahteraan. Guru dan karyawan harus memiliki komitmen untuk membangun sekolah bersama karena setiap ikhtiar akan dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

 

Melalui penguatan kapasitas tersebut, SD Muhammadiyah 1 Solo optimistis mampu mempercepat transformasi sebagai sekolah mandiri yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!